HEADLINE NEWS

Pemkot Kendari Bakal Bangun RS di Kawasan Puwatu

KENDARINEWS.COM — Satu lagi fasilitas kesehatan (Faskes) yang akan hadir di Kota Kendari. Januari 2021, Pemkot Kendari bakal memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) type D di kawasan Puuwatu. Saat ini, pemerintah mulai menyiapkan dokumennya seperti Feasibility Study (Studi Kelayakan), Masterplan (Dokumen Rencana Tata Ruang) dan Basic Design (Desain Dasar).

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Hj Nahwa Umar mengatakan telah mempersiapkan dokumen pembangunan RS. Dokumen ini menjadi syarat mutlak dalam pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. Yang mana, akan menjadi pedoman pembangunan agar infrastruktur yang dihasilkan memadai.

“Secara umum, pembangunan RS untuk mendukung visi Kota Kendari memperoleh keterpaduan pengembangan program pelayanan kesehatan dengan pengembangan fisik yang mengakomodasi kebutuhan pelayanan kesehatan dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Mudah-mudahan semuanya lengkap dan kita akan mulai Januari tahun depan (2021),” ungkap Nahwa, kemarin.

Basic Design Rumah Sakit (RS) Type D Kota Kendari. Rencananya, pengerjaan fisik proyek senilai Rp 146 miliar ini akan dimulai bulan Januari 2021

Jenderal ASN ini berharap pihak-pihak terkait dalam pembangunan agar dapat berkontribusi aktif memberikan informasi, menyumbangkan tenaga, dan pemikiran serta mengembangkan gagasan-gagasan positif untuk melancarkan pembangunan.

Terpisah, Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir menganggap penting adanya tambahan rumah sakit tipe di Kota Kendari terlebih ditengah pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat (pasien umum) yang berpikir akan dirawat dan berdampingan dengan pasien Covid-19.

“Kalau kita punya dua RS nantinya ada yang khusus untuk menangani wabah apapun itu. Apalagi saat ini sudah ada lagi Covid-19 Center. Hadirnya RS baru meskipun type D maka akan menambah jumlah faskes kita. Sehingga rasionnya bisa seimbang antara jumlah penduduk dan jumlah faskes yang tersedia,” kata Sulkarnain.

Dia menjelaskan, rumah RS Type D dirancang dengan kapasitas sekira 67 bed. Itu nantinya bakal memback up beberapa RS yang ada di Kota Kendari jika terjadi over kapasitas. “Kalau raung perawatannya penuh, pasiennya bisa dirawat di RS ini. Pelayanannya juga sama dengan RS pada umumnya. Terlebih di masa pandemi di mana RS rata-rata merawat pasien Covid-19. Untuk menghindarkan pasien non Covid-19 dari potensi penularan, RS tipe D bisa jadi alternatif,” kata Sulkarnain.
Anggaran pembangunan sambungnya, bersumber peminjaman pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 146 miliar. Jangka waktu pengembalian yang cukup ringan dan panjang sekitar sekitar 10 tahun. “Sudah ditaksir, RS tipe D ini bisa memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 20 – Rp 35 miliar setiap tahun. Selain bisa memberikan pelayanan optimal, hadirnya RS ini menjadi sumber PAD bagi daerah,” kata Sulkarnain.

Ketua DPRD Kota Kendari, H Subhan mengapresiasi gerak cepat pemkot merencanakan pembangunan RS tipe D. Pihaknya sendiri mendukung penuh pembangunan RS sebab sarana kesehatan merupakan salah satu kebutuhan masyarakat apalagi di masa pandemi Covid-19. “Mudah-mudah segera diteken kerjasamanya. Supaya cepat dibangung. Dokumen-dokumen juga harus disiapkan segera. Supaya setelah diteken itu pembangunannya langsung berjalan,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top