Metro Kendari

Pemkot-Kejari Luncurkan Aplikasi Sisuanto dan e-Proksi


KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari terus memperkuat sinergitas menutup celah praktek korupsi. Terbaru, keduanya bekerja sama meluncurkan aplikasi Sistem Pengaduan Terintegrasi Online (Sisuanto) dan aplikasi elektronik Pencegahan Korupsi (e-Proksi). Layanan aplikasi ini bertujuan menciptakan layanan birokrasi yang bersih dan transparan.

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Nahwa Umar mengatakan dua aplikasi ini merupakan terobosan Pemkot dan Kejari Kendari. Aplikasi Sisuanto yang dibuat Kejari sementara E Proksi menjadi karya Inspektorat Kendari. Kedua aplikasi ini terkoneksi langsung dengan Kejaksaan dan Inspektorat. Dengan begitu, laporan yang masuk bisa diketahui, kemudian ditindaklanjuti oleh Inspektorat atau ditangani Kejaksaan.

“Kami menilai aplikasi yang dirancang oleh para reformer saat ini memang tepat. Di mana pandemi covid-19 memaksa kita terus berkreasi dan berinovasi, menghasilkan hal yang lebih bermanfaat. Semoga dengan aplikasi ini bisa semakin meningkatkan kualitas layanan pada masyarakat dan kualitas aparatur sipil negara,” ungkapnya, kemarin.

Sekot Kendari, Nahwa Umar (empat dari kanan) bersama Kajari Kendari, Shierley Sumuan (lima dari kanan)) saat menggelar soft launching aplikasi Sisuanto yang dibuat Kejaksaan Negeri Kendari dan E Proksi yang dibuat Inspektorat, secara daring di ruang rapat Sekda

Kepala Kejari (Kajari) Kendari, Shierley Sumuan mengatakan sudah seharusnya pemerintah memanfaatkan teknologi digital. Apalagi dalam mendukung pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat. Aplikasi Sisuanto merupakan terobosan baru dalam menerima aduan dari masyarakat.

“Tujuannya menyederhanakan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kejaksaan, ketersediaan data lebih mudah dan lebih akurat. Kita berharap program ini dilanjutkan hingga tuntas, termasuk pengembangannya. Kedepan tidak hanya melalui website namun bisa menggunakan android,” ujarnya.

Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin menjelaskan semua layanan yang diluncurkan ini saling berkaitan satu dengan lainnya. Utamanya dalam menjalankan fungsi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya dalam pencegahan korupsi.

“Yang kita koordinasikan yaitu bagaimana kita berbagi informasi, bagaimana kita berkoordinasi terkait penanganan pengaduan masyarakat kemudian peningkatan sumber daya manusia. Diharapkan juga aplikasi yang dibuat ini bisa meningkatkan peran serta masyarakat dan seluruh ASN dalam mengawasi jalannya penyelenggaraan pemerintahan yang baik di Kota Kendari,” tutupnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top