Pematangan Lahan Bandara Kolut Ditarget Tuntas Desember

Kolaka Utara

KENDARINEWS.COM — Tahapan pekerjaan penanggulan dan pematangan lahan rencana pembangunan landasan pesawat di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) ditarget tuntas Desember mendatang. Jika pengerjaan selesai sesuai jadwal yang ditentukan, maka tahun 2022 mendatang pengerjaan runway (landasan pacu) siap dimulai. Kepala Dinas Perhubungan Kolut, Junus, menjelaskan, saat ini masih berlangsung pematangan lahan bandar udara (Bandara) seluas 60 hektare. Sementara penanggulan area pesisir sepanjang 200 meter juga ditarget tuntas bersamaan akhir tahun. “Tahap ini masih menggunakan dana daerah kurang lebih Rp 44 miliar,” ujarnya, Minggu (7/3).

Proyek tersebut disepakati dikerjakan multiyears karena pertimbangan waktu pengerjaan yang bergantung pada pasang-surut air laut. Soal penimbunan lahan dikatakan harus menggunakan material pilihan dan diuji melalui laboratorium. “Kalau materialnya ada di Kolut, kenapa tidak. Kan lebih bagus lagi,” sambung Junus. Awalnya, Bandara yang dibangun di Kolut direncanakan hanya untuk melayani jenis pesawat Twin Otter. Namun karena dianggap kecil dan penumpangnya terbatas, maka disepakati jenis ART yang siap melayani penerbangan jarak pendek. “Luas runway yang kami bangun panjangnya 1,6 kilometer hingga 1,8 kilometer,” ungkapnya.

Jika kedepan memungkinkan perlunya peningkatan sarana pesawat dari ATR ke Airbus skala kecil atau hingga Boeing, tentu akan diikuti dengan pembenahan infrastruktur Bandara termasuk menambah panjang runway. “Pesawat yang akan mendarat di Kolut sama seperti di Kolaka. Kalau Airbus mini itu penumpangnya sekitar 100 orang,” paparnya. Sebagai bagian dari program strategis nasional Pemerintah Pusat, Bandara tersebut diharapkan segera terwujud. Jika tahun ini pematangan dan tanggul tuntas maka Pemerintah Pusat mulai mengambil kendali pembangunannya melalui APBN berupa pembuatan runway dan fasilitas penunjang lainnya. (c/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *