HEADLINE NEWS

Pelaksanaan PBM Tatap Muka, Sekolah Wajib Penuhi 6 Syarat

KENDARINEWS.COM — Pemprov Sultra telah memberikan izin proses belajar mengajar (PBM) tatap muka setingkat SMA, SMK dan SLB. Rencananya, pelaksaannya akan dimulai semester genap tahun ajaran 2020-2021. Namun tidak semua sekolah serta-merta bisa melakukan belajar tatap muka. Untuk bisa memperoleh izin, sekolah yang memenuhi enam syarat yang ditetap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra.

Kepala Dinas Pendidikan Sultra, Asrun Lio mengatakan semua sekolah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka dengan syarat enam point harus terpenuhi. Keenam syarat itu menitikberatkan kepada dukungan sarana kesehatan untuk mencegah potensi penularan Covid-19. “Jadi, kita akan ceklist poin-poin yang disyaratkan. Kalau penuhi ketentuan, maka boleh buka PBM tatap muka,” kata Asrun Lio.
Adapun enam poin yang dimaksud yakni masalah sanitasi dan kebersihan. Hal ini meliputi sarana cuci tangan, toilet, ketersediaan air bersih dan desinfektan. Kedua, akses ke fasilitas pelayanan kesehatan dan kesiapan menerapkan wajib masker. Ketiga, memiliki thermogun.

Poin keempat, sekolah harus memastikan pemetaan warga satuan pendidikan. Kelima, harus mengetahui siapa yang memiliki riwayat penyakit penyerta baik dari guru dan murid. Selain itu, akses transportasi yang aman dan tentunya riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko tinggi. Terakhir, adanya persetujuan komite sekolah dan perwakilan orang tua atau wali. “Jadi point terakhir itu juga sangat penting. Sebab tanpa persetujuan perwakilan orang tua, sekolah itu tidak bisa memaksakan seorang anak untuk sekolah. Siswa tetap diizinkan sekolah daring dan materi yang diterima akan tetap sama dengan yang tatap muka. Jadi memang enam point ini adalah daftar periksa untuk memberikan kepastian bahwa sekolah itu boleh kita buka,” kata Asrun.

Saat ini, masih banyak mispersepsi tetap PBM tatap muka. Mereka masih menganggap proses pembelajaran tatap muka dilakukan seperti biasa. Padahal penangananya berbeda. “Kalaupun sekolah itu sudah memenuhi semua kriteria, seluruh protokol kesehatan harus dijalankan,” jelasnya.

Anggota DPRD Sultra, H. Parmi Dasir meminta pemerintah meninjau pembukaan sekolah. Apalagi hingga kini penyebaran covid-19 masih belum melandai. “Bukan berarti saya tidak setuju. Saya juga kasihan melihat anak-anak sampai berbulan-bulan sekolah dari rumah. Hanya saja, saya kekhawatiran melihat kondisi saat ini. Kalau saya malah meminta kepada Dikbud betul-betul mengkaji ini baik-baik,” ucapnya. Jika kondisi covid-19 telah menurun lanjutnya, tak ada masalah.”Saran saya tolong supaya ini dikaji baik-baik. Jangan hanya melihat semangatnya. Kalau diserahkan ke orang tua pasti banyak yang setuju tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan. Sebab mereka pikir, bila daring maka mereka juga kesulitan di paket data,” ujar mengingatkan. (b/rah)

Enam Poin yang Harus Dipenuhi Sekolah

  1. Persoalan Sanitasi dan Kebersihan.
    -Meliputi Sarana Cuci Tangan, Toilet, Ketersediaan Air Bersih dan Besinfektan
  2. Akses Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Wajib Masker
  3. Memiliki Thermogun (Pemeriksa Suhu Tubuh)
  4. Sekolah Harus Petakan Warga Satuan Pendidikan
  5. Riwayat Penyakit Penyerta Siswa dan Guru harus Diketahui
    -Akses Transportasi Aman dan Riwayat Perjalanan dari Daerah Tingkat Risiko Tinggi.
  6. Disetujui Komite Sekolah dan Perwakilan Orang Tua atau Wali Siswa.
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top