Pelajar Konawe Dilatih Berwirausaha Mandiri

Konawe

KENDARINEWS.COM — Tak mesti tumbuh menjadi orang dewasa dulu untuk memulai kegiatan wirausaha. Sejak dini, anak-anak juga bisa dikenalkan dengan dunia bisnis. Hal itulah yang mulai dilakukan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe. Dikbud bahkan telah mempunyai dua sekolah di Kecamatan Padangguni yang dijadikan role model (percontohan) wirausaha siswa, SDN 1 Alosika dan SDN 2 Alosika.

Kepala Dinas Dikbud Konawe, Suriyadi, mengatakan, wirausaha pelajar tak bisa dijalankan sendirian, namun membutuhkan bimbingan dari orang tua maupun tenaga pendidik di sekolah bersangkutan. Ihwal sekolah di Padangguni yang dijadikan role model wirausaha pelajar itu, Suriyadi menjelaskan, kedua sekolah tersebut berada di sekitar areal pematang sawah.

Dengan demikian, ilmu wirausaha yang diajarkan lewat materi ekstrakurikuler tak lain dipadukan dengan potensi kearifan lokal di tempat tersebut. Apalagi, sesuai dengan Permendikbud nomor 15 tahun 2018 tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah, dikatakan bahwa, kepala sekolah wajib mempunyai pengetahuan pengembangan kewirausahaan dalam lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah harus mampu mengembangkan sikap wirausaha di lingkungan sekolah sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki. Itu yang kita coba kembangkan menjadi rule model di Padangguni,” ujar mantan Kepala SMPN 1 Sampara itu, akhir pekan lalu di kantornya. Namun kata Suriyadi, kegiatan ekstrakurikuler dalam menanamkan bakal wirausaha pelajar tersebut, sedikit mengalami kendala akibat pandemi Covid-19. Siswa pada saat ini masih tak diperkenankan untuk melangsungkan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. Namun dirinya yakin, hal tersebut bisa dimaksimalkan kembali setelah wabah Covid-19 mereda.

“Padahal ekstrakurikuler semacam ini cukup bagus. Kita bisa menciptakan generasi yang nantinya siap menjadi calon-calon pengusaha. Sehingga siswa tidak melulu berorientasi menjadi pegawai toh. Hasil ekstrakurikuler itu juga bisa digunakan siswa untuk membeli seragam maupun kebutuhan sekolah lainnya,” ungkapnya. (c/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *