HEADLINE NEWS

PBM Tatap Muka Harus Zona Hijau, Guru Sudah Divaksin dan Izin Orang Tua

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kiri) meninjau kesiapan pelaksanaan belajar tatap muka di sejumlah sekolah beberapa waktu lalu. Mulai tahun ajaran baru, Pemkot berencana membuka belajar tatap muka. FOTO : AGUS SETIAWAN/KENDARI POS

KENDARINEWS.COM– Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan menggelar proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka di sekolah pada Juli mendatang. Meski begitu pelaksaannya hanya akan berlangsung pada sekolah yang berada di kategori zona hijau atau wilayah zero Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Makmur, mengungkapkan kebijakan pembukaan sekolah merujuk pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri (Mendikbud, Menag, Menkes, Mendagri) tentang panduan penyelenggaraan PBM tatap muka dimasa pandemi Covid-19.

“Dalam panduannya sudah jelas disebutkan, pembukaan sekolah diprioritaskan pada wilayah zona hijau. Kemudian seluruh tenaga pendidiknya harus sudah divaksin. Kemudian ada rekomendari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 serta izin orang tua siswa,” kata Makmur, kemarin.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari tersebut menambahkan, kebijakan menggelar sekolah tatap muka pada wilayah zona hijau mendapatkan respon positif dari Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dan dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi sekolah mana saja yang bisa menggelar PBM tatap muka.

“Untuk pembukaan sekolah kemungkinan kita masih menunggu izin Satgas terkait sekolah mana saja yang akan menggelar tatap muka apad Juli mendatang. Akan tetapi secara keseluruhan kami sudah siap. Seluruh sekolah sudah saya instruksikan menyiapkan sarana dan prasaranan protokol kesehatan dan penunjang lainnya,” kata Makmur.

Jika diberi izin, maka sekolah akan dibuka dengan kapasitas belajar maksimal 50 persen, secara shift dan dikombinasikan secara daring (online) bagi siswa yang tidak berkesempatan hadir di sekolah atau terkendala izin dari orang tua. Sementara bagi sekolah yang berada di zona kuning atau merah akan dilakukan evaluasi oleh Satgas.

Meski tidak dapat izin, belajar bisa dilangsungkan secara daring. Itu demi melindungi siswa dari risiko penularan Covid-19,” kata Makmur.
Terpisah, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr. Algazali Amirullah, mengungkapkan, hingga kemarin pukul 15.00 wita tercatat sebanyak 38 dari 65 wilayah (Kelurahan) di Kota Kendari sudah zona hijau atau nihil warga terkonfirmasi Covid-19. Wilayah dengan zona hijau, lanjut dia, dimungkinkan untuk menggelar PBM secara tatap muka.

Kendati demikian, Algazali meminta pemerintah tidak terburu-buru menggelar PBM tatap muka. Sebab sampai saat ini Kota Kendari masih dalam pandemi Covid-19 dengan kondisi wilayah dan kasus penularan terus berfluktuasi. “Harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Dipastikan sarana dan prasarana protokol kesehatan disekolah dalam kondisi memadai. Serta mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku. Menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” kata Algazali. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top