Knowledge

Pantaskah Pendidikan Seks di Usia Dini?

KENDARINEWS.COM — Masa perkembangan anak, yang dikenal dengan istilah gold age adalah masa-masa penting, di mana peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat mendukung dalam membentuk kehidupan anak selanjutnya. Anak adalah penurunan terhebat di dunia ini, betapapun tidak peduli ia yang terjadi pada lingkungan ini, ia sebenarnya sedang memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh orang tua. Lalu bagaimana dengan Pendidikan, seks? Apakah hal ini pantas diberikan bagi anak-anak? Bukankah seks adalah sesuatu yang tabu bagi sebagian masyarakat kita?

Untuk itu perlu diluruskan tentang perspektif yang tepat dan mengubah anggapan yang negatif tentangnya. Orang tua sekarang telah menyadari bahwa pendidikan seks bagi anak amat bermanfaat, dan dapat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa mendatang. Pendidikan seks akan mempengaruhi sikap hidup anak, dan akan membantu menentukan bagaimana dia bereaksi terhadap lingkungannya. Pendidikan seks akan ikut menentukan bagaimana seorang anak menjadi orangtua dikemudian hari. Perkembangan sikap yang sehat akan meminta lebih dari sekadar fakta dasar tentang anatomi dan fisiologi reproduksi. Pertanyaan anak tentang seks perlu dijawab secara benar menurut ilmu pengetahuan dan diterangi oleh nilai moral. Dengan demikian, dalam memberikan pendidikan seks, orang tua perlu berusaha mengutamakan bimbingan yang disesuaikan dengan perkembangan dan kematangan anak, agar dikemudian hari anak dapat tumbuh menjadi orang yang berkepribadian seimbang.

Foto Ilustrasi : huffingtonpost.co.uk

Pengertian Pendidikan Seks

Pendidikan seks merupakan usaha pemberian informasi kepada anak tentang kondisi fisiknya sebagai perempuan atau laki-laki dan konsekuensi psikologis yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Secara umum, pendidikan seks terdiri atas penjelasan tentang organ reproduksi, kehamilan, tingkah laku seksual, alat kontrasepsi, kesuburan dan monopouse, serta May penyakit kelamin.
  
Tidak ada batas waktu yang jelas kapan pendidikan seks sebaiknya diberikan pada anak. Menurut para ahli, pendidikan seks bisa dimulai ketika anak mulai bertanya tentang seks. Dan kelengkapan jawaban yang diberikan bisa disesuaikan  dengan seberapa jauh rasa ingin tahu anak. Tetapi sebenarnya pendidikan seks sudah dimulai ketika kita dilahirkan. Kita mencintainya, memeliharanya, bermain dengannya, dan tertawa dengannya. Ketika anak kita lapar, kita memberinya makan. Ketika dia buang air kecil atau buang air besar, kita membersihkannya dengan senang hati dan membuatnya merasa nyaman kembali. Apakah ini pendidikan seks? Ya, secara tidak langsung. Melalui tindakan-tindakan yang menunjukkan kasih sayang ini, kita telah memperkenalkan dunia cinta. Kita memberinya kehangatan, keakraban , kepercayaan, dan perasaan saling mencintai.

Jika kita cukup matang, bersikap apa adanya terhadap popok, sewaktu mandi, dan membuang kotorannya, ini akan menunjukkan kepada anak kita bahwa fungsi tubuh anak kita normal dan benar. Semua situasi dan latar belakang ini kemudian dengan polos akan ditanyakan kepada kita. Walaupun anak kita masih kecil, ia akan merasakan dan mulai mengembangkan pikirannya terhadap hal-hal yang ada disekitar kita. Mungkin kita akan bertanya, “Tetapi, kapan waktu yang paling baik untuk memberikan informasi seks kepada anak?”

Jawabannya sederhana. Kita bisa memberikannya jika ia ingin tahu. Ini bisa dimulai kapan saja, antara umur 2 sampai dengan 4 tahun. Pada masa itu anak sedang banyak bicara dan aktif bertanya. Di dalam bayangan anak kita, dunia itu begitu besar. dan dia akan menanyakan apa saja kepada kita. Sewajarnya juga dia tertarik kepada dirinya sendiri dan tentu saja dia memperhatikan perbedaan antara tubuhnya sendiri dengan tubuh orang di sekitar tempat dia hidup dan bermain.

Dengan demikian, pendidikan seks menuntut kepekaan dan keterampilan orang tua agar mampu memberikan informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak Semakin bingung atau penasaran. Kunci utamanya adalah memberikan jawaban sejujurnya sesuai dengan perkembangan daya tangkap anak. Pendidikan seks yang berpusat pada biologi, psikologi, dan moral itu penting. Berikut ini beberapa alasannya:

  1. Pendidikan seks membantu anak untuk menerima setiap bagian tubuhnya dan setiap fase pertumbuhannya secara wajar dan apa adanya. Ini memungkinkan orang tua untuk mendiskusikan perkembangan fisik anak tanpa rasa malu dan bayangan yang memalukan.
  2. Pendidikan seks membantu anak mengerti dan puas dengan peranannya dalam hidup. Anak laki-laki akan tumbuh menjadi pria dewasa dan menjadi ayah, dan anak perempuan akan tumbuh menjadi wanita dewasa dan menjadi ibu.
  3. Pendidikan seks menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat. Pendidikan seks menjauhkan sesuatu yang misterius.

Jika anak-anak mengetahui fakta yang sebenarnya dan tahu bahwa orang tua mereka akan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan jujur sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, maka tidak ada alasannya untuk merasa khawatir dan cemas.

  1. Informasi tentang seks adalah bagian dari pendidikan seks. Memberikan informasi tentang seks secara tepat kepada anak diharapkan dapat menjadi bekal hidup yang berguna, agar kelak setelah dewasa memiliki sikap dan tingkah laku seksual yang bertanggung jawab. Pemberian informasi harus disesuaikan dengan kemampuan dan kematangan anak sebagai bagian dari perkembangan kepribadian. Informasi seks secara keseluruhan akan membimbing seseorang melawan kebencian yang serius dan tingkah laku menyimpang dalam kehidupan yang akan datang.
  2. Pendidikan seks dari sudut pandang orang yang beriman atau yang percaya kepada Tuhan akan membantu seseorang secara spiritual. Ini akan menjernihkan pertanyaan-pertanyaan seks yang mengacau pikiran anak. Pendidikan seks membantu perkembangan akan pemujaan yang lebih dalam kepada Tuhan dan menghormati rencana-Nya tentang perkembangan manusia.
  3. Pendidikan seks membentuk rasa percaya anak kepada orangtua. Jika ayah dan ibunya jujur serta suka berterus terang mengenai masalah seks, anak-anak juga akan belajar untuk percaya dan mempercayakan banyak hal lainnya kepada mereka.
  4. Pendidikan seks yang diberikan di rumah dengan menyenangkan dan penuh wibawa cenderung dapat mengatasi dan menjadikan informasi yang tidak sehat yang didapat anak di luar rumah.
  5. Pendidikan seks yang menjelaskan reproduksi manusia secara jelas dan bermanfaat akan membuat anak berfikir bahwa organ-organ yang ada dalam tubuh mereka adalah wajar. la perlu tahu bahwa tuhan merencanakan setiap makluk hidup untuk berkembang dan beranak cucu.
  6. Pendidikan seks memberikan kepada anak pengetahuan yang logis dan sikap yang tepat, yang membuka jalan kepadanya untuk menerima kedatangan adiknya yang baru lahir dengan penuh kebahagiaan.
  7. Pendidikan seks mampu membuat anak merasa bangga akan seksnya sendiri dan akan membantu dia untuk menghargai sifat dan kapasitas lawan jenisnya.
  8. Pendidikan seks menghilangkan sumber ketakutan. Pendidikan seks meyakinkan seseorang akan kemampuannya dan kenormalannya.
  9. Pendidikan seks memperkuat rasa percaya diri pada anak. Rasa percaya diri ini akan membuat anak merasa aman dan mampu bersikap tenang diantara teman-teman dan orang-orang di sekitarnya yang berbeda umur.

Langkah-langkah Menyampaikan Pendidikan Seks

Banyak orangtua ingin memberikan informasi tentang seks secara benar, dan ingin tahu bagaimana sebetulnya reaksi anak terhadap informasi yang telah mereka berikan secara keseluruhan dan dengan cara yang sopan tidak akan menimbulkan kekagetan pada anak-anak. Pendidikan seks adalah bagian yang normal dari kehidupan. Anak yang mempunyai pengertian tentang perkembangan manusia secara keseluruhan akan menemukan bahwa pengertian itu mempermudah dirinya untuk mengontrol diri sendiri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar para pelanggar seks perasal dari keluarga dimana orangtua tidak banyak atau bahkan sama sekali tidak memberikan pendidikan seks kepada anak .

Anak-anak yang diberi informasi tentang seks masih mempunyai rasa ingin tahu yang sehat, mereka masih mengajukan pertanyaan-pertanyaan tetapi langsung kepada orang tua mereka.

Ada beberapa cara yang wajar dalam memberikan bimbingan yang sehat dan pantas dalam pendidikan seks bagi anak. Yang terpenting adalah kita harus memberikan jawaban yang ringkas dan sederhana, sesuai dengan kemampuan anak dalam memahami hal tersebut. Selain itu Anda dapat memanfaatkan tips berikut:

Amati seberapa besar rasa ingin tahu anak sebelum memberi jawaban. Pertanyaan, “Aku berasal dari mana sih?” untuk anak usia dua tahun dapat dijawab singkat “dari ayah dan bunda.” Tapi anak usia empat tahun umumnya belum puas, sehingga Anda perlu menambahkan dengan sedikit pengetahuan proses reproduksi. Anda tidak perlu memberikan penjelasan yang selengkapnya. Biarkan anak bertanya lagi, bila ia belum mengerti atau ingin tahu lebih banyak lagi.

Dalam menjelaskan proses reproduksi, hindari penggunaan kata ‘telur’ sebagai pengganti kata ‘ovum, karena anak bisa menganggapnya sama dengan telur ayam dan telur bebek. Tetap gunakan istilah biolog; dan jelaskan artinya, bila perlu tambahkan contoh. “Bila anak masih sulit memahami istilah biologi, Anda dapat menggunakan kalimat sederhana, asalkan artinya tetap benar. Misalnya, penjelasan tentang rahim dapat disederhanakan menjadi “ibu punya tempat khusus didalam perut untuk menyimpan adik bayi”

Sebagai orangtua Anda berkewajiban menanamkan identitas dan peran seksual yang sesuai dengan jenis kelamin anak, Perbedaan jenis kelamin dan peran yang menyertainya merupakan sesuatu yang harus dipelajari anak, dan kadang tidak dapat diterima begitu saja. la juga membutuhkan penjelasan, mengapa tubuhnya berbeda dengan tubuh saudaranya. Mengapa pakaian ibu berbeda dengan pakaian ayah, mengapa suara dan sifat-sifat ibu berbeda dengan ayah. Ini semua membingungkan anak, bila tidak berusaha menjelaskannya pada anak, dan bisa timbul masalah baik dalam perkembangan emosi, maupun dalam perkembangan sosial dan pribadi anak. Walaupun Anda sudah berusaha sebaik-baiknya menyesuaikan jawaban dengan usia anak, belum tentu anak Anda dapat menyerap informasi itu dalam seketika. Salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai pada masa anak-anak adalah belajar mengenai jenis kelamin dan peran yang menyertainya.

Belajar mengenal peran-peran seksual, selain berarti memperkenalkan anak pada kelompok jenis kelaminnya, juga pada sifat, sikap dan peran yang diharapkan dari dirinya sesuai dengan jenis kelaminnya.

Memperkenalkan anak mengenai perbedaan antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan memang perlu dilakukan sejak usia dini (prasekolah). Apalagi karena hal itu berkaitan dengan tugas perkembangan yang dimiliki anak pada masa usia dini, yaitu mempelajari perbedaan jenis kelamin. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa dengan memberikan pendidikan seks sejak dini pada anak, orang tua dapat membantu mengembangkan anak yang sehat secara seksual. Selain itu, anak pun akan memiliki self- esteem yang lebih baik dimasa dewasanya. Pendidikan seks disini tidak terbatas pada perilaku seksual. Didalamnya meliputi aspek yang lebih luas, seperti arah, minat, sikap, serta bentuk kegiatan yang cenderung dipilih oleh generasi tertentu. (KN/sumber buku Cara Efektif Memahami Prilaku Anak Usia Dini oleh Drs Suryadi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top