Politik

Pansus Minta Pemkot Edukasi Warga Efek Sinovac

KENDARINEWS.COM — Vaksin sinovac telah tiba di Kendari. Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kendari meminta Pemkot intens menyosialisasikan vaksin itu agar menghilangkan kekhawatiran warga ihwal efek usai divaksin.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kendari Andi Silolipu, menyebut sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksinasi penting dilakukan, guna menghindari berbagai kegaduhan di tengah masyarakat akibat adanya penolakan. Misalnya dititikberatkan pada keamanan vaksin, kalau memang telah melewati uji coba dan uji klinis.

“Apapun itu vaksinya, baik sinovac maupun yang lain, pemerintah harus maksimal dalam menyosialisasikan. Karena saya yakin, semua vaksin itu punya efek samping. Nah ini yang harus diinformasikan kepada masyarakat, karena pasti akan ada penolakan seperti sekarang,” ujar Andi.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kendari ini, adanya sejumlah warga yang menolak untuk divaksin, juga disebabkan banyaknya berita bohong dari media sosial yang yang sifatnya menakut-nakuti akan efek samping penggunaan vaksin. Sehingga ketakutan itu timbul di masyarakat.

“Nah hal-hal seperti ini juga harus diperhatikan oleh pemerintah. Harus meluruskan berita-berita bohong, karena kita berharap semua masyarakat ini mau divaksinasi untuk mencegah menyebarnya virus. Karena yang ditawarkan saat ini hanya vaksin,” jelas politikus PDI-P.

Ia mengimbau masyarakat mau menerima vaksin yang ada. Karena vaksin adalah salah satu alat yang bisa menagkal Covid-19 saat ini. Adapun jika mendapat informasi yang tidak benar, sebaiknya datang langsung ke instansi pemerintah untuk mendapat informasi yang rasional.

“Kita berharap pemerintah sebelum melakukan uji coba, DPRD juga dilibatkan, sehingga kami juga tahu, juga masyarakat semakin yakin akan vaksin,” tuturnya.

Terpisah, Jubir Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr Algazali Amirullah mengaku telah intens menyosialisasikan program vaksinasi. Pihaknya menggandeng Diskominfo Kendari agar setiap harinya menyosialisasikan vaksin disela update perkembangan covid-19 melalui saluran resmi (media sosial) pemerintah.

“Saya minta masyarakat untuk agar tidak mudah terhasut dengan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya tentang vaksin Covid-19 yang sampai saat ini uji klinisnya masih berlangsung. Masyarakat harus lebih memahami jenis-jenis kekeliruan informasi, disinformasi, dan misinformasinya,” kata dr Algazali.

Lanjut dia, vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan ditahap awal diperuntukkan bagi garda terdepan dengan resiko tinggi seperti tenaga medis, relawan Covid-19 dan para relawan yang bersedia untuk di vaksin perdana.

Vaksinasi Covid-19 akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari BPOM RI berdasarkan hasil uji klinis. “Kita masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Insya Allah vaksin yang dihasilkan nanti aman juga menyehatkan,” ujarnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top