Wakatobi

Pandemi Corona, Event Wisata dan Budaya di Wakatobi Dibatalkan

KENDARINEWS.COM — Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi selalu intens menggelar sejumlah event berskala lokal maupun nasional. Namun pada tahun 2020 ini, situasinya menjadi berbeda. Sejumlah event yang masuk kalender nasional maupun festival pulau, terpaksa dibatalkan. Sejak Maret hingga saat ini, penyebaran Covid-19 belum berakhir.

Pihak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wakatobi hampir membatalkan semua event yang berpotensi mengumpulkan orang banyak dimasa pandemi, tahun ini. Langkah tersebut dilakukan demi mencegah klaster baru penyebaran Covid-19 di daerah itu. Kepala Dinas Parekraf Wakatobi, Nadar, menyebut dari sebanyak 19 jadwal event yang masuk pada kalender 2020, hanya satu kegiatan yang dilaksanakan. Itupun dihelat pada bulan Januari lalu oleh Badan Promosi Pariwisata yakni Wakatobi’s Champaign. “Dilaksanakan dalam jumlah terbatas dan penyebaran Covid-19 belum terlalu merebak. Setelah itu tidak ada lagi,” terang Nadar, Senin (26/10).

Hampir setiap bulan, Pemkab Wakatobi memiliki event budaya dan pariwisata yang dihelat di Wangi-Wangi hingga Pulau Binongko. Jika tak ada pandemi, sejatinya pada Maret lalu ada Festival Pandai Besi di Pulau Binongko yang sudah terlaksana. Sayang, agenda tersebut juga turut dibatalkan. Begitu juga dengan sejumlah event pada bulan-bulan berikutnya juga tak terelasiasi sesuai jadwal. Termasuk Festival Bajo Nusantara, Festival Kajiri’a, Atraksi Budaya Kari’a, Festival Koba, Festival Pulau Kapota. “Juga ada Wonderfull Sail to Indonesia, Independence Day’s, Festival Benteng Tindoi Maleko, Festival Barata Kahedupa, Festival Maritim Pulau Tomia, Ekspedisi Atol Huma dan Pesta Ikan Tuna,” beber Nadar.

Sementara pada bulan Oktober ini lanjut dia, ada satu yang akan digelar yakni Festival Laloa. Hanya saja, festival yang digelar pada musim migrasi ikan baronang ini berlangsung secara virtual. “Adopsi telur ikan baronang ini dilaksanakan secara virtual. Kegiatan ini merupakan langkah kita dalam meremainding dan mengedukasi seluruh komponen masyarakat tentang pentingnya konservasi,” terangnya. Tak hanya itu, festival yang tidak kalah menarik namun dibatalkan yakni Wakatobi Wave, Nusantara Gowes, Jogging Tournament, Jambore Pemuda Indonesia. Sedangkan pada bulan Desember, festival yang turut dibatalkan yakni Hedongka serta Wakatobi Uversary. (b/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top