Nasional

Muhammadiyah Minta Pemerintah Konsisten, Mudik Dilarang Tapi Tempat Wisata Dilonggarkan

KENDARINEWS.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pembukaan sejumlah tempat wisata di masa larangan mudik lebaran.

Pemerintah telah resmi melarang mudik. Sebaiknya, imbau Haedar, semua mengikutinya demi mencegah wabah dan mengatasi pandemi agar tidak bertambah luas.

Memang berat meninggalkan tradisi mudik yang memiliki manfaat positif bagi persaudaraan di tempat asal. Tetapi karena situasi pandemi maka akan lebih maslahat bila semua pihak bersikap seksama.

Sikap seksama bukanlah takut dan paranoid, tetapi bagian dari ikhtiar mengatasi pandemi.

“Kita juga berharap pemerintah membatasi kegiatan wisata dan pusat keramaian lainnya agar konsisten. Apalah artinya mudik dilarang kalau pusat-pusat keramaian publik dilonggarkan,” ujar Haedar lewat cuitannya di Twitter, Kamis (6/5/2021).

Selain tempat wisata, kegiatan ibadah yang melibatkan kerumunan juga sebaiknya dihindari dan ditempuh cara yang juga dibolehkan syariat Islam di kala darurat. Jangan merasa aman dan terbebas dari pandemi.

“Kaum muslim dapat menjadi uswah hasanah dalam keadaan normal lebih-lebih di kala darurat. Jauhi sikap ananiyah (egois) dan ghuluw (ekstrem) dalam beragama dan menyambut Lebaran,” tekannya.

Lebih lanjut ia berpesan, salat sunnah Idul Fitri pun perlu superhati-hati, kalau tidak memungkinkan sebaiknya dilakukan sangat terbatas di sekitar lingkungan atau di rumah tanpa melibatkan jamaah yang banyak.

Sabda Nabi, jauhi hal yang darurat dan yang menimbulkan kedaruratan bagi orang lain. Allah mengingatkan dalam Al-Quran, jangan menjatuhkan dirimu pada kebinasaan atau kehancuran (QS Al-Baqarah: 195).

Mencegah dan menahan diri dari segala bentuk kerumunan dan keadaan yang membuat mudarat tentu harus diutamakan bagi setiap warga bangsa yang baik dan bertanggungjawab.

“Lebih-lebih bagi muslim yang berpuasa dan berhasil dengan puasanya dalam pengendalian diri,” tandasnya. (KN/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru


To Top