Edukasi

Mitigasi Bencana, Mahasiswa FITK UHO Tanam Mangrove


 
KENDARINEWS.COM — Mangrove memiliki beragam peran dalam wilayah pesisir, diantaranya adalah dalam proses mempertahakan wilayah pesisir dari beragam bencana alam serta memiliki nilai ekonomi dan sosial dari keberadannya.

Berdasarkan kajian teoritis salah satu wilayah pesisir di Kecamatan Moramo Utara, yaitu Desa Wawatu berpotensi terdampak bencana. Sebagai upaya mitigasi, Tim Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo (FITK-UHO) yang berjumlah lima orang dan 15 mahasiswa UHO yang berasal dari FITK dan Fakultas Ekonomi melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik melakukan penanaman mangrove. Ketua Tim Dosen Pendamping Lapangan, Deniyatno, menuturkan bahwa sosialisasi dan penanaman mangrove merupakan salah satu rentetan upaya mengedukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Mangrove serta pelestariannya guna meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana pesisir.

Foto bersama Tim Dosen FITK UHO bersama mahasiswa FOTK dan Fakultas Ekonomi UHO, sebelum melaksanakan aksi tanam mangrove di
Desa Wawatu, Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan.

“Salah satu bencana peisisir yang sering terjadi diwilayah pesisir adalah bencana abrasi. Keberadaan mangrove ini secara alamiah tentunya akan mengurangi hempasan gelombang sehingga gelombang yang tiba di pantai telah berkurang energi, ketinggian dan penetrasinya” tutur Deniyatno, S.Si., M.T., kemarin (12/9).

Dalam kegiatan yang berlangsung tanggal 1-2 September 2021 lalu tersebut, dilakukan penanaman 750 pohon mangrove di dua lokasi Desa Wawatu.

“Pemilihan lokasi penanaman ini didasarkan dari hasil obervasi wilayah serta hasil koordinasi dengan pemerintah setempat. Dalam obervasi ini mahasiswa yang didominasi oleh mahasiswa FITK dituntut untuk menetukan area yang paling rawan terdampak bencana sebagai bentuk aplikasi keilmuan yang telah mereka pelajari semasa studi dikampus”, ujarnya

Lanjutnya, keberadaan kelangsungan pertumbuhan mangrove ini tentunya juga didukung oleh partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan sekitar pesisir yang berkesinambungan.
Langkah ini diharapkan terwujudnya keseimbangan ekologis, keseimbangan pemanfaatan, dan keseimbangan dalam pencegahan bencana atau mitigasi. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top