Hukum & Kriminal

Merasa Lahannya Diserobot, Warga Angata Mengadu ke Polda Sultra

KENDARINEWS.COM– ,Merasa tanahnya diserobot, Agus Sarindi, warga Desa Puusanggula Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan mengadu ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara melalui Ditreskrimum Polda Sultra, Senin (7/6). Dengan penuh harap. Secara terang Agus menjelaskan kejadian yang merugikan ia dan keluarganya itu.

Agus Sarindi selaku pelapor, mengadukan dua orang dalam hal ini terlapor masing-masing berinisial SI dan AT, keduanya warga desa Puao Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Kedua orang itu diadukan ke Ditreskrimum Polda Sultra. Atas dugaan penyerobotan dan pengrusakan sebidang tanah dan tanaman milik Agus dan keluarganya, dibuktikan dengan surat keterangan tahun 1996. Termasuk pembakaran dua unit rumah kebun yang terletak di Desa Puao Dusun IV tersebut.

“Masalah ini bermula ketika saya pergi di kebun yang berada di dusun IV Desa Puao Kecamatan Angata Kabupaten Konsel, Kamis 11 maret 2021 lalu. Setibanya di kebun, saya melihat rumah kebun saya sudah terbakar,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (10/6).

Karena tak terima, hari itu juga pihaknya melapor ke Polsek Angata. Dimana berdasarkan penuturan pelapor, penyidik hanya mendengarkan pengaduannya. Namun tidak di BAP. Padahal, akibat dari terbakarnya rumah tersebut, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp.7.500.000.

“Tak hanya itu, pada Senin 31 mei 2021, saat saya pergi di kebun bersama keluarga termasuk saudari kandung saya Hanami, setelah tiba di kebun ternyata rumah kebun kami terbakar lagi, dan yang ada di lapangan adalah terlapor SI dan AT. Terjadi pertengkaran mulut disana, sampai SI mendorong saudari saya, Hanami,” tuturnya.

Dalam pertengkaran tersebut, tambahnya, dengan spontan terlapor SI mengatakan, dia yang merusak dan membakar rumah kebun tersebut dan dia akan bertanggung jawab. “Silahkan lapor di Polisi, saya tunggu,” kata Agus mengutip pernyataan terlapor SI, seperti dalam video yang direkamnya.

Agus menambahkan, akibat dari terbakarnya rumah kebun itu, pihaknya kembali mengalami kerugian sekitar Rp. 15.000.000. Pantang menyerah, pihaknya kembali melaporkan ke Polsek Angata, Selasa (2/6). Tetapi hanya diterima pengaduannya dan tidak di BAP. “Pada minggu 6 Juni, kami kembali ke Polsek Angata menanyakan kelanjutan proses pelaporan kami, namun kami hanya diberikan tanda terima pengaduan, laporan kami tidak di BAP,” pungkasnya.

Atas dasar tersebut, Agus Sarindi mengadu ke Polda Sultra dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra. Sehingga masalah tersebut bisa mendapat titik terang. Agar tidak ada pihak yang dirugikan.(ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru


To Top