Hukum & Kriminal

Menipu di Bombana, Ditangkap di Jakarta

DIRINGKUS: Terpidana Raymond Siregar diciduk personel Kejari Bombana, di salah satu Apartemen di Jakarta Selatan.

KENDARINEWS.COM– Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana meringkus Raymond Siregar, terpidana kasus penipuan senilai 1,5 miliar di salah satu Apartemen yang terletak di Jakarta Selatan. Raymond ditangkap setelah dinyatakan buron selama 7 bulan.

Plt. Kejari Bombana, Siswanto mengatakan penangkapan terpidana kasus penipuan dilakukan dengan melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra di Apartement Aspenwonbelpark Tower A Jakarta Selatan, Rabu, 6 Oktober 2021.

“Penangkapan terebut berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor:267/K/Pid/2021 Tanggal 07 April 2021. Raymond dinyatakan terbukti melanggar pasal 378 KUHP,” ungkapnya kepada awak media, kemarin.

Lanjut dia, Raymond merupakan buronan selama 7 bulan dalam kasus penipuan terhadap pemilik saham PT Surya Saga Utama (Perusahaan pertambangan di Bombana), Suhari Djaya Wijaya yang menimbulkan kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. Diakuinya, kasus penipuan ini bermula sejak terpidana meminta uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Suhari Djaya Wijaya, dengan alasan keperluan biaya pengurusan dokumen dan biaya kordinasi dalam hal kepengurusan dokumen IUP dan RKAB Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPKH).

Lanjutnya, pada 25 Juni 2019, dilakukan penandatanganan perjanjian kontraktor pertambangan antara PT. Cipta Mineral Indonesia atas nama Raymond dengan Direktur PT. Bumi Kasi Putra Nusantara Yohanes Suhari Djaja. Setelah penandantanganan perjanjian, Suhari Djaya Wijaya mengirimkan uang kepada Raymond, dan selanjutnya memobilisasi beberapa alat dari Pulau Gebe, Maluku Utara untuk keperluan persiapan produksi.

Saat pekerjaan tambang berjalan, Suhari Djaya Wijaya menghubungi Raymond dengan meminta legalitas atau surat-surat yang dijanjikan oleh terdakwa berupa IUP, RKAB IPKH. Namun, pada saat itu, Raymond mengarahkan Suhari Djaya Wijaya untuk melakukan pekerjaan, dengan pengawalan masyrakat beserta aparat.

“Atas arahan Raymond, PT. Bumi Kasi Putra Nusantara melakukan pengerjaan dilokasi tambang tersebut. Namun, 23 September 2019 perusahaan itu diberikan surat peringatan dari PT. Surya Saga Utama untuk menghentikan segala kegaitan atau aktivitas yang dilakukan diatas lokasi tambang tersebut, serta diberikan surat pemberhentian sementara kegiatan operasi produksi dari Dinas dan Sumber Daya Mineral Sultra. Setelah mendapatkan surat peringatan dan pemberhentian produksi, Suhari Djaya Wijaya menghubungi Raymond serta mengirimkan surat peringatan dan pemberhentian tersebut. Namun, dia sudah tidak bisa dihubungi,” pungkasnya. (idh/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top