HEADLINE NEWS

Mengenang Ketua TP-PKK Sultra, Alm. Agista Ariany Bombay

Humanis, Peduli dan Keibuan

KENDARINEWS.COM — Sudah sepekan Agista Ariany Bombay, meninggalkan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), terutama keluarga tercinta, Gubernur, H. Ali Mazi. Kepergiannya masih menyisakan duka mendalam. Semasa hidupnya wanita kelahiran Gorontalo 21 April 1975 itu dikenal memiliki sosok keibuan dan humanis. Nurani seorang ibu kerap menggugah Agista Ariani Ali Mazi jika melihat atau mendengar ada warga yang kurang mampu dan butuh bantuan pengobatan. Misalnya saja pada tahun 2019 lalu, Agista sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP- PKK) Sultra berkolaborasi dengan TP-PKK Kendari berperan (membantu) operasi pemisahan bayi kembar siam, Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina di RSUD dr.Soetomo Surabaya.

Ketua TP-PKK Sultra, Alm. Agista Ariany Bombay

Contoh lain, naluri seorang ibu Agista tergugah kala mendengar adanya kekerasan anak di bawah umur yang dialami RK (11 tahun). Sisi humanis seorang Agista Ariany menuntunnya menemui bocah yang mengalami kekerasan tersebut pada salah satu kios di Pasar Baruga, Kota Kendari beberapa waktu lalu. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, Agista prihatin dengan tindak kekerasan anak tersebut.

Agista semasa hidup dikenal dermawan. Dia kerap blusukan membesuk dan membantu warga kurang mampu yang kesulitan dalam pengobatan. Melalui lembaga sosialnya Yayasan Agista Ariany Peduli, ia membedah rumah La Rasidu, warga Kelurahan Matabubu, Kota Kendari. Pada sisi lain, mendiang Agista Ariany juga sangat peduli pada upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Kendari. Buktinya beberapa waktu lalu (2020), Agista masih bersama jajaran TP PKK Kendari menyukseskan program Gerakan Berbagi Masker (Gebrak) di Kota Lulo. Puluhan ribu masker sukses dibagikan kepada masyarakat tanpa dipungut biaya atau gratis. Upaya itu semata-mata untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.

Aktivitasnya dalam memajukan dan memberdayakan kaum peremuan serta keluarga, terlihat jelas. Ia bahkan rajin turun ke kabupaten untuk melakukan supervisi dan monitoring. Meski begitu, dengan rendah hati ia pernah mengaku, belum bisa berbuat banyak untuk masyarakat Sultra. “Tapi dengan dukungan dan motivasi semua pihak dan warga, saya akan memacu diri makin baik dalam bekerja demi kemajuan serta kesejahteraan daerah ini,” kata mendiang Agista dalam sebuah kesempatan. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top