Metro Kendari

Masuk Zona Merah, Pengawasan 6 Kelurahan Diperketat

PENGAWASAN : Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kedua dari kanan) bersama unsur TNI-Polri melakukan pengawasan di Pelataran Tugu Religi Kendari. Pemkot terus meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

KENDARINEWS.COM– Sebanyak enam kelurahan di Kota Kendari masuk kategori zona merah penyebaran Covid-19. Keenam wilayah itu adalah Kelurahan Wuawua, Lahundape, Mokoau, Padaleu, Rahandouna dan Kelurahan Pudai. Atas dasar itu, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 memperketat pengawasan di wilayah tersebut.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengakui ada beberapa wilayah di Kota Kendari ada yang masuk dalam kategori zona merah. Itu dikarenakan beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan aktifras dan mobilitas masyarakat. Hal itulah yang menjadi penyebab meningkatnya jumlah kasus Covid-19 yang berdampak pada peningkatan status zona wilayah penyebaran.

“Saya sudah instruksikan kepada satgas untuk intens melakukan pengawasan di wilayah itu termasuk seluruh kelurahan di Kendari yang memiliki titik kumpul masyarakat seperti di Pelataran Tugu Religi, Kawasan Tambat Labuh Kendari Beach dan Kawasan Anduonohu dan sekitarnya,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Terpisah, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah mengaku penetapan enam kelurahan sebagai wilayah zona merah bukan tanpa alasan. Dari hasil tracing, ditemukan lebih dari 5 kasus covid-19 aktif dalam satu RT (Rukun Tetangga).

Atas dasar itulah, pihaknya bakal melakukan pengawasan yang ketat pada enam wilayah zona merah atau wilayah dengan resiko tinggi penyebaran kasus Covid-19. Adapun langkah-langkah pengetatan yang dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di enam wilayah itu. Langkah yang diakukan yakni melakukan pelacakan kasus covid dan kontak erat. Kedua, bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif tanpa gejala dilakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat.

Ketiga, kegiatan keagamaan di tempat ibadah ditiadakan untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai zona Merah berdasarkan penetapan pemkot. Keempat, menutup tempat bermain anak dan tempat umum lainnya secara proporsional sesuai dengan dinamika perkembangan penyebaran covid-19. “Namun hal ini dikecualikan bagi sektor esensial,” ujar Algazali.

Selanjutnya, kelima, melarang kerumunan lebih dari tiga orang. Keenam, membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga Pukul 20.00. Ketujuh, meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top