Muna

Masa Tugas Pj. Sekab Muna Berakhir 9 September, Sukarman : Bisa Diperpanjang Ketiga Kalinya

KENDARINEWS.COM — Posisi jabatan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Muna akan kembali kosong. Itu karena masa kerja Muh. Djudul yang berstatus penjabat (Pj) sementara segera berakhir. Pemkab Muna kini sedang menunggu petunjuk Bupati dan Gubernur untuk penggantian penjabat baru. Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muna, Sukarman Loke, menyebut, masa kerja Pj. Sekab Muna sesuai surat keputusan Gubernur Sultra, Ali Mazi akan berakhir 9 September mendatang. Namun menurutnya, penggantian penjabat itu kembali diserahkan kepada Gubernur sebagai pejabat pemerintah yang berwenang. Meski sudah dua kali dilantik, Muh. Djudul sendiri masih bisa kembali diangkat kembali pada posisi yang sama.

“Gubernur kan punya diskresi, bisa saja diperpanjang untuk ketiga kalinya. Itu kewenangan Gubernur,” papar Sukarman Loke, Rabu (2/9). Meski demikian, mantan Kepala Dinas Perindsutrian dan Perdagangan Kabupaten Muna itu menyebut jika Pemkab tetap akan menyiapkan nama sebagai calon pengganti Muh. Djudul jika hal itu dibutuhkan. Nama yang disiapkan tersebut bisa berasal dari birokrasi Pemkab Muna ataupun dari pejabat eselon di Pemprov Sultra. “Kami pasti akan mengajukan nama. Soal siapa orangnya, itu masih menunggu petunjuk Bupati,” jelasnya.

Muh. Djudul merupakan staf ahli Gubernur Sultra yang diberi tugas tambahan sebagai Pj. Sekab Muna sejak 9 Maret dan diperpanjang lagi pada 9 Juni 2020. Muh. Djudul merupakan orang kedua yang mengisi jabatan serupa selain Ali Basa, Asisten III Setkab Muna yang juga menjabat selama enam bulan. Sukarman menerangkan, untuk mengisi jabatan Sekab secara defenitif, Pemkab harus melalui mekanisme lelang jabatan.

Namun hal itu urung dilaksanakan tahun ini karena kesiapan anggaran yang belum memadai. Pemkab Muna berencana menggelar lelang pada 2021 nanti. Biaya yang dibutuhkan untuk mencari jenderal ASN itu ditaksir lebih kurang Rp500 juta. “Kemungkinan dianggarkan pada APBD tahun depan, karena kalau lewat perubahan sudah tidak memungkinkan,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top