Metro Kendari

LPKA Kelas II Kendari Sediakan Tiga Program Pembelajaran

Wali Kota Launching Kelas Belajar di LPKA

KENDARINEWS.COM — Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA) tak lagi identik tempat menghukum para pelaku tindak pidana, namun kini lebih mengedepankan pembinaan. Atas dasar itu, LPKA Kelas II Kendari berusaha membuka akses pendidikan bagi anak binaannya. Dengan menggandeng Pemkot Kendari dan mitra, LKPA membuka kelas belajar informasi maupun informal. Tak salah LPKA Kelas II Kendari dinobatkan menjadi yang terbaik di Indonesia.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengapresiasi kolaborasi LPKA Kendari bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlinduangan Anak (DP3A) Kota Kendari. Menurutnya, program ini sangat mulia sebab membuka jalan bagi anak binaan untuk melanjutkan studinya. Sebagai anak bangsa, mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak di luar untuk tetap bersekolah.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tiga dari kiri) didampingi Kepala Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba, Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur (empat dari kiri) dan Kepala LPKA Kendari, Akbar Amnur (kiri) melakukan pengguntingan pita saat melaunching ruang belajar di LPKA Kendari, Kamis (20/5).

“Kita sebagai manusia tentu tak luput dari kekhilafan. Kita bukanlah manusia super, tetapi semua itu sudah terjadi dan semua itu sudah berlalu. Jangan terpuruk, tetapi bagaimana bisa terus bangkit dalam kondisi seperti ini,” kata Sulkarnain Kadir saat melaunching program kelas belajar di LPKA Kelas II Kendari, Kamis (20/5).

Program ini kata Sulkarnain, secara otomatis membuka jalan bagi anak binaan untuk bisa survife. Sebab mereka diberi kesempatan untuk merengkuh masa depan yang lebih dengan tetap bersekolah. “Marilah merubah diri dari hal-hal kecil. Semoga program pendidikan dan psiko edukasi ini dapat memberi manfaat setinggi-tingginya. Kami siap membantu memfasilitasi berbagai kekurangan,” kata pasangan Hj Siska Karina Imran ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sultra, Silvester Sili Laba mengaku bangga terobosan yang dilakukan LPKA Kendari. Sebab program ini sangat luar biasa. Hal ini menujukan bahwa LPKA bukanlah tempat menghukum namun lebih pembinaan. Dengan begitu, mereka tak lagi mengulangi kesalahan di masa lalu.

“Luar biasa pembinaan yang dilakukan LPKA. Saya merasa bangga dengan beragam inovasi. Jadi, tak salah LPKA Kendari dinobatkan menjadi yang terbaik di Indonesia. Pesan saya kepada anak binaan kalian harus bangkit. Lupakan masa lalu. Tinggalkan yang tidak baik. Bagaimana kedepan kalian bisa lebih baik dan bisa bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.

Kepala LPKA Kelas II Kendari, Akbar Amnur mengatakan telah menggandeng beberapa mitra untuk tenaga pengajar plus pegawai LKPA sendiri. Melalui program ini, anak-anak binaan bisa melanjukan pendidikan formalnya. Tidaki hanya itu, pihaknya juga membuka kelas belajar untuk informal maupun non formal.

Dari catatan LKPA, ada 43 anak binaan dan sebagian besar putus sekolah. Padahal hak pendidikan bagi mereka sangatlah penting. Ada tiga program yang dilaunching yakni ruang belajar, pusat informasi dan konseling remaja (PIK-R) Tayo serta sanggar anak binaan. “Kita berharap ini dapat dimanfaatkan oleh anak binaan kita sebaik mungkin. Sebab sebagai generasi muda, mereka adalah bibit-bibit unggul penerus bangsa. Jadi, mereka harus menyelesaikan sekolah. Makanya, kami fasilitasi,” ujarnya. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top