Metro Kendari

Literasi Anti Korupsi Ala Bank Sultra dan Kejati Sultra


Mencegah Fraud, Memupuk Rasa Memiliki


KENDARINEWS.COM — Kecurangan atau fraud berpotensi terjadi di lembaga apapun. Hal itulah yang mendasari Bank Sultra untuk mengedukasi karyawannya. Upaya itu dilakukan untuk meminimalisir potensi risiko terjadinya penyimpangan. Bank Sultra menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra menggelar literasi pencegahan korupsi.

Literasi cegah korupsi dikemas dalam kegiatan edukasi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Pencegahannya. Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin, SH,MH tampil sebagai pembicara utama.

Dari kiri : Asisten Perdata dan TUN Kejati Sultra, Jaka Suparna, SH, MH, Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin, SH, MH, Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif dan Komisaris Utama Bank Sultra, Suhud dalam edukasi UU Tindak Pidana Korupsi dan Pencegahannya oleh Kejati Sultra.

Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif tak menampik jika fraud tidak cukup dicegah dengan menyusun aturan internal tentang penerapan sistem anti fraud. Melainkan juga membangun mental pribadi yang berani menolak kecurangan. Salah satunya dengan edukasi Undang-undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan pencegahannya.

“Soft control atau aspek humanisme merupakan unsur paling utama yang harus dibagun dari suatu sistem pengendalian anti fraud. Karena tanpa adanya kejujuran, integritas yang tinggi serta loyalitas kepada perusahaan maka tindakan – tindakan fraud tidak mudah untuk diminimalisir,” kata Abdul Latif dalam kegiatan edukasi UU Tipikor yang digelar Bank Sultra bersama Kejati Sultra di aula Kantor Pusat Bank Sultra, Selasa
(25/5).

Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif (kanan) memberikan cindera mata kepada Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin, SH, MH (kiri) usai kegiatan edukasi UU Tipikor dan Pencegahannya di aula kantor pusat Bank Sultra.

Selain membangun mental anti korupsi, juga dibutuhkan inovasi dan kerja sistematis untuk menutup peluang terjadinya tindakan fraud di lingkungan Bank Sultra. Abdul Latif mengimbau seluruh jajarannya untuk senantiasa menjaga integritasnya. “Mari kita bekerja dan hanya kepada Allah SWT tempat kita berserah diri dan hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan,” kata Abdul Latif.

Pada kesempatan yang sama, Kajati Sultra Sarjono Turin, SH, MH menyambut baik niat manajemen Bank Sultra yang ingin berbenah dengan meminimalisir risiko terjadinya fraud di internal Bank Sultra. Sebagai bentuk dukungan Kejati, Sarjono Turin memberikan langsung edukasi terkait UU Tipikor. Sarjono Turin memaparkan tentang bentuk atau jenis tindak pidana korupsi, modus korupsi di perbankan, serta beberapa kasus korupsi yang pernah ditangani Kejati.

“Tindakan korupsi membawa banyak dampak antara lain terhadap demokrasi. Korupsi akan mengikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, pemborosan sumber daya, dan kolusi dan nepotisme penempatan pejabat,” kata Sarjono.

Selain berdampak pada kondisi demokrasi, korupsi juga berdampak pada bidang ekonomi yakni menghambat pembangunan dan menciptakan inefisiensi dana pemerintah dan meningkatkan cost produksi dan mengakibatkan tingginya harga segala kebutuhan.

Selanjutnya, tindakan korupsi juga berdampak terhadap kesejahteraan umum. Pasalnya perilaku korupsi yang meluas serta sistematis dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara pada dan merampas hak-hak sosial serta hak-hak ekonomi masyarakat.

“Tindakan korupsi terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Mari jaga lembaga kita. Pupuk rasa memiliki, motivasi diri untuk menumbuhkembangkan perusahaan bukan menggerogoti dengan tindakan korupsi serta selalu berdoa agar diberikan kekuatan iman dalam melaksanakan tugas kita,” kata Sarjono.

Sekedar informasi, edukasi UU Tipikor yang digelar Bank Sultra dan Kejati Sultra diikuti langsung oleh seluruh komisaris utama Bank Sultra, jajaran direksi, kepala divisi dan pejabat setingkat, kepala bagian dan kepala seksi lingkup Kantor Pusat Bank Sultra. (ags/b)

Korupsi Terjadi Karena Ada Niat dan Kesempatan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top