Metro Kendari

Lembaga Kesejahteraan Sosial Disabilitas Assyfa Diresmikan

KENDARINEWS.COM — Penyandang disabilitas di Kota Kendari cukup tinggi. Dari 345.107 jiwa tercatat sekira 880 orang (1 persen) warga dengan keterbatasan fisik. Kondisi inilah yang kemudian mendorong pemerintah menghadirkan wadah untuk kaum disabilitas. Kemarin, Pemkot Kendari dan Yayasan Assyfa menghadirkan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kendari Hj.Sri Lestari Sulkarnain berkesempatan meresmikan LKS tersebut. Hadirnya LKS Assyfa diharapkan bisa menjadi wadah pemberdayaan para kaum tuna daksa itu. Pasalnya, LKS Assyfa memiliki nilai strategis bagi pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat berkebutuhan khusus. Menurutnya, kaum disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk berkembang dan berusaha seperti masyarakat normal lainnya. Oleh karena itu, kehadiran LKS ini diharapkan bisa menjadi sarana bagi masyarakat khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus untuk mendapatkan pendampingan dari penyuluh sosial maupun pihak terkait lainnya.

“Melalui LKS Assyfa, juga akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan akses (bantuan) dari pemerintah pusat, sehingga kaum disabilitas juga bisa berkontribusi baik untuk kehidupan keluarganya sendiri maupun kepada daerah,” kata Sri Lestari. Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kendari Hj.Nurhaya mengungkapkan, LKS Disabilitas Assyfa merupakan LKS untuk penyandang disabilitas pertama di Kota Kendari. Menurutnya selama ini, pembentukkan LKS hanya fokus pada lanjut usia (lansia). Sehingga dengan hadirnya LKS tersebut setidaknya bisa mengurangi beban pemerintah dalam pemberdayaan disabilitas.

“Kami sambut baik hadirnya LKS ini. Kami harap LKS ini bisa menjadi sarana sekaligus menjadi wadah pemberdayaan mereka yang berkebutuhan khusus. Kami dari Pemkot Kendari akan membantu menfasilitasi dan mendampingi mereka hingga bisa berhasil,” kata Nurhaya. “Khusus di Pemkot program pemberdayaan disabilitas sudah ada dan melekat di Dinas Sosial. Bentuknya kami melakukan pendataan untuk kemudian kita ikutkan diklat (pendidikan dan latihan) di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik di Makassar,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top