Nasional

Lebih Setengah Abad, Bank Sultra Berkarya

–Target Modal Inti Mencapai Rp.3 Triliun

KENDARINEWS.COM–Hari ini, Bank Sultra berusia lebih setengah abad. 53 tahun. Tak sedikit tantangan mengiringi perjalanan Bank Sultra hingga menapak usia matang ini. Pada usia ke-53 tahun ini menjadi momentum bagi bank milik daerah tersebut untuk terus berinovasi memberikan pelayanan yang prima.

“Keluarga besar Bank Sultra bersyukur karena usia Bank Sultra sudah menginjak 53 tahun. Tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Kami akan berupaya untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik,” ujar Direktur Umum sekaligus Plt. Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif saat menjadi pembicara Bincang Kita Kendari Pos Channel, Senin (1/3) kemarin.


Plt. Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif

Menurutnya, pencapaian saat ini merupakan hasil kerja semua insan Bank Sultra. Berbagai inovasi dilakukan tidak hanya pada produk dan layanan, melainkan juga pada pengembangan jasa dan sistem pembayaran. Semua pengembangan yang dilakukan merupakan komitmen untuk berperan aktif dalam membangun dan mengangkat perekonomian Sultra.

Bank Sultra memiliki 90 jaringan kantor dan 123 unit mesin ATM yang tersebar di Sultra. Selain mengembangkan layanan mobile banking, Bank Sultra juga membenahi kartu ATM nya agar bisa digunakan sebagai kartu debit. “Untuk kartu debit, prosesnya sudah selesai tinggal menunggu izin Bank Indonesia untuk implementasi. Sementara, pengembangan mobile banking masih dalam tahap uji sekuriti. Uji tahap satu sudah dilakukan dan ada beberapa yang perlu dibenahi,” terang Abdul Latif.

Bank Sultra mencatatkan berbagai kemajuan dalam nakhoda Abdul Latif. Ia bergabung dengan Bank Sultra pada Oktober 2019. Berkat tangan dinginnya, posisi aset Bank Sultra yang saat itu masih tercatat Rp.7 triliun, mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2020 dengan aset mencapai Rp 10 triliun. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan. “Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah selaku pemegang saham dan juga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sultra,” imbuh Abdul Latif.

Ketika diamanahkan memimpin Bank Sultra pada Oktober 2019, Bank Sultra masih terkategori sebagai bank BUKU 1 (modal inti kurang dari Rp 1 triliun). Kemudian beralih status menjadi bank BUKU 2 (modal inti Rp 1 triliun sampai kurang dari Rp 5 triliun) pada akhir tahun 2019.

Dengan  peralihan status tersebut, Bank Sultra kini lebih leluasa mengembangkan kegiatan usahanya. Sistem pembayaran dan elektronik banking, Bank Sultra telah mendapatkan izin dari regulator untuk bisa dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas.


Plt. Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif (tengah), Direktur Kendari Pos, La Ode Diada Nebansi (dua kanan) didampingi Wadir Kendari Pos Agus Tranhadi (kanan) dan dua staf Bank Sultra usai menjadi diskusi dalam acara Bincang Kita Kendari Pos Channel. MUH.ABDI / KENDARI POS

Abdul Latif menyebut saat ini Bank Sultra memiliki modal inti Rp 1,3 triliun. Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan bank milik pemerintah daerah untuk memiliki modal inti minimum Rp 3 triliun pada Desember 2024. Hal itu diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Oleh karenanya, Abdul Latif berharap pemerintah daerah dan masyarakat Sultra mau mendukung penuh Bank Sultra. Kata dia, jika penambahan modal inti tidak didukung, maka opsi yang terpaksa ditempuh adalah menggaet investor swasta. “Mari kita dukung penambahan modal inti Bank Sultra. Bank ini adalah kebanggaan masyarakat Sultra yang seluruh labanya akan kembali kepada daerah sendiri,” imbau Abdul Latif.

Berdasarkan data historis, jika menggunakan cara-cara biasa seperti sebelumnya, sangat sulit mencapai target pemenuhan modal inti. Harus ada gebrakan baru dan ini butuh dukungan semua stakeholder Bank Sultra. “Kalau jalan normal, kecil kemungkinan bisa mencapai modal inti minimum. Di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pertengahan Mei nanti, kami akan menawarkan kepada para pemegang saham agar pembagian dividen yang selama ini 57,5 persen dari laba, bisa diturunkan dan dialihkan untuk penambahan modal,” tutur Abdul Latif.

Bank Sultra berkomitmen untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan. Komitmen tersebut direalisasikan melalui berbagai program tanggung jawab sosial (CSR) secara terarah, terprogram, dan konsisten.

Infografis

Di tahun 2020 sampai 2021, Bank Sultra fokus pada penanganan Covid-19 dan turut membantu para korban bencana alam. “2,5 persen laba setiap tahun disalurkan untuk masyarakat. Kami menyadari bahwa di setiap kegiatan yang dilaksanakan perlu ada kontribusi signifikan baik dalam hal ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” beber Abdul Latif.

Dalam perayaan HUT ke-53 ini, Bank Sultra akan menggelar syukuran dengan mematuhi protokol kesehatan. HUT ke-53 akan digelar hari ini, 2 Maret 2021 di aula Bank Sultra bersama direksi, komisaris, serta karyawan dan karyawati kantor pusat. Untuk kantor operasional lainnya juga akan mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual.

Abdul Latif berharap, ke depannya Bank Sultra dapat terus berkembang dan mewujudkan misi menjadi bank terkemuka di Sulawesi Tenggara. Ia juga mengimbau seluruh karyawan agar tidak melupakan masyarakat yang telah mendukung kehadiran Bank Sultra selama ini. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan agar Bank Sultra tidak hanya menjadi bank pilihan masyarakt Sultra namun juga menjadi kebanggan masyarakat Sultra. Saya harapkan suka cita di hari jadi tahun ini juga menjadi kebahagiaan masyarakat Sultra. Sesuai dengan moto HUT ke-53 Bank Sultra yaitu Semangat Kebersamaan untuk Terus Maju dan Berkembang,” pungkas Abdul Latif. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top