HEADLINE NEWS

Layang-Layang Tertua di Dunia, Kaghati Kolope jadi Topik Webinar Nasional

KENDARINEWS.COM — Kaghati Kolope atau layang-layang lokal masyarakat suku Muna akan diangkat menjadi topik pembahasan dalam acara webinar nasional yang digelar perhimpunan pelajar Indonesia (PPI) Dunia. Webinar itu akan menghadirkan pembicara utama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif, Sandiaga Salahuddin Uno, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid dan Bupati Muna LM. Rusman Emba.

Kepala Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Muna, Darwi menerangkan acara seminar tersebut murni inisiasi PPI Dunia. Sedangkan Bupati Muna hanya diundang dalam kapasitas sebagai pemateri. Pemkab Muna sangat mengapresiasi perhatian PPI yang sudah bersedia mengangkat layang-layang Muna sebagai topik pembahasan dalam webinarnya. “Bupati akan memanfaatkan kegiatan ini untuk memromosikan kaghati kolope sebagai kearifan lokal masyarakat Muna bernilai sejarah sangat tinggi,” jelasnya.

Darwi mengatakan, acara yang digelar Kamis, 22 April tersebut memang secara khusus mengangkat tema romantisme sejarah pariwisata Muna tentang asal usul layang-layang pertama di dunia. Topik pembicaraan antara lain mengulas benang merah antara gambar layang-layang di Gua Sugi Patani yang terletak dalam komplek situs gua prasejarah Liangkabori di Muna dan bukti sejarah layang-layang pertama di dunia.

Pembahasan itu akan diulas Bupati Muna LM. Rusman Emba berikut akan dipaparkan bukti-buktinya berupa hasil penelitian berkebangsaan Jerman Wolfgang Bieck. “Salah satu buktinya hasil penelitian tahun 1997 dari Wolfgang Bieck itu. Bahkan penelitian itu menyebutkan gambar layang-layang di Sugi Patani berusia 9.500 tahun sebelum masehi. Itu berarti mematahkan klaim Cina sebagai daerah asal permainan layang-layang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, keberadaan gambar prasejarah di Sugi Patani merupakan kekayaan sejarah Muna yang tidak ternilai harganya. Bahkan, layang-layang suku Muna atau kaghati kolope itu sendiri merupakan mahakarya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan. Ia berharap, webinar itu dapat membuka mata dunia terhadap kekayaan potensi Muna. “Bupati juga sudah menyiapkan beberapa hal agar pengembangan layang-layang ini bisa lebih massif baik melalui festival internasional maupun pembangunan museum layang-layang di Muna. Nanti akan dikomunikasikan kepada Menparekraf dan semoga ada sambutan positif,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top