Hukum & Kriminal

Lanal Kendari Ajak Warga Berantas Ilegal Fishing

KENDARINEWS.COM — Meski diancam hukuman penjara, masih ada oknum nelayan yang mencari ikan dengan cara-cara yang salah. Padahal praktek ilegal fishing akan merusak ekosistem perairan laut. Untuk menjaga laut dari ancaman kerusakan, Lanal Kendari rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat nelayan.

Pasop Lanal Kendari, Mayor Laut (P) Heru Setiawan mengatakan kegiatan illegal fishing umumnya menggunakan bahan peledak dan bahan beracun untuk menangkap ikan. Penggunaan bahan-bahan tersebut mengakibatkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem di sekitarnya. Selain itu, menyebabkan kematian berbagai jenis dan ukuran yang ada di perairan.

“Kemarin, kami melakukan sosialisasi di Desa Langgapulu Kecamatan Kolono Timur, Konawe Selatan (Konsel). Kami mengingatkan kepada nelayan agar tidak mengambil atau menangkap ikan menggunakan cara yang dilarang seperti menggunakan bom ikan, bahan kimia termasuk penggunaan pukat harimau. Jika didapati, bisa ditangkap dan diproses hukum,” tandasnya.

Tindak pidana ilegal fishing kata dia, tertuang dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Pada pasal 84 disebutkan, ancaman hukuman ilegal fishing berupa penjara 6 tahun dan denda Rp 1,2 miliar. Sementara di pasal 85, ancaman hukumannya penjara 5 tahun dan denda Rp 2 miliar,” jelasnya.

Sosialisasi ini kata dia bertujuan agar nelayan mendapatkan pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap terhadap hukum dan pola perilaku. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran hukum serta memahami sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana illegal fishing. “Tidak kalah penting adalah bagaimana agar nelayan paham akan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan peledak dalam menangkap ikan,” ujarnya. (c/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top