HEADLINE NEWS

Lakukan 50 Operasi di Sultra, SAR Selamatkan 261 Nyawa

KENDARINEWS.COM — Peran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari atau yang lebih dikenal SAR dalam operasi penyelamatan di Sultra tak bisa diabaikan. Selama periode Januari-Agustus 2021, SAR telah terjun di 50 operasi bik musibah kecelakaan kapal maupun kondisi membahayakan manusia. Dari operasi tersebut, pasukan berseragam orange ini telah menyelamatkan 261 nyawa manusia.

Kepala Pencarian dan Pertolongan Kendari, Aris Sofingi melalui Humas, Wahyudi mengatakan operasi penyematan sepanjang tahun 2021 masih didominasi kecelakaan kapal. Dari total kasus, sebanyak 36 kejadian terjadi di laut. Selebihnya atau 14 kejadian yang membahayakan manusia.

“Berdasarkan data Januari hingga 30 Agustus 2021, ada 288 korban. Sebanyak 261 orang berhasil diselamatkan, meninggal dunia 15 orang dan korban dinyatakan hilang 14 orang,” bebernya kemarin.

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban La Mpedu, merupakan korban yang mengalami kecelakaan kapal saat mencari ikan disekitar perairan antara pantai Wonua Ndoke dan pantai Sumalu desa Lantagi Kecamatan Kulisusu, Buton Utara beberapa waktu lalu.

Untuk kecelakaan kapal atau kondisi yang membahayakan manusia lanjut pria yang akrab dengan awak media ini, korban yang hilang dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaannya. Ketika operasi SAR memasuki hari ketujuh, maka operasi dihentikan sesuai kesepakatan semua pihak termasuk keluarga korban.

“Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dihentikan. Melalui hasil koordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban. Sebenarnya secara prosedur bukan penghentian upaya pencarian, yang dihentikan pergerakan unsur. Pemantauan dan kesiapsiagaan tetap dilakukan. Operasi pencarian akan dilakukan lagi apabila ada informasi atau tanda tanda keberadaan korban,” jelas pria yang akrab sapaan Bang Yudi.

Tak jarang sambungnya, dalam operasi pihaknya melibatkan potensi SAR yang ada. Baik itu lintas instansi dan warga atau nelayan sekitar. “Sebagian besar operasi bisa tertangani dengan baik. Apalagi kami banyak terbantu dari rekan rekan potensi SAR yang ikut bersama-sama turun di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap insiden kecelakaan kapal atau kondisi yang membahayakan manusia mengalami penurunan. Untuk itulah, ia mengimbau para nelayan sebelum melaut agar memperhatikan kelayakan kapal, alat komunikasi, alat keselamatan dan selalu memperhatikan kondisi cuaca.

“Untuk teman-teman nelayan sebelum melakukan aktivitas, sebaiknya memperhatikan beberapa hal, seperti kelayakan kapal, dalam hal ini memperhatikan kondisi mesin apakah layak untuk digunakan. Termasuk persiapkan alat komunikasi dan navigasi, seperti marine radio, HP, peta, dan GPS, kemudian siapkan alat keselamatan, seperti pelampung dan ringboy, terakhir selalu memperhatikan kondisi cuaca dengan melihat informasi dari BMKG sebelum melaut,” tutupnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top