Buton

La Ode Syamsudin : 10 Objek Sejarah Buton Diusul jadi Cagar Budaya

KENDARINEWS.COM — Selain dikenal sebagai pulau dengan deposit aspal terbesar, Buton juga populer dengan sebutan negeri seribu benteng. Benteng-benteng peninggalan sejarah masa kerajaan Buton masih bisa dijumpai hingga saat ini. Meski lokasinya sudah jauh dari pemukiman warga dan konstruksinya juga mulai rongsok, tapi cerita heroik di balik situs itu masih melekat diingatan masyarakat. Untuk terus memertahankan situs sejarah itu, Pemkab Buton kembali mengusulkan sejumlah benda, struktur dan peninggalan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, menjelaskan, tahun ini pihaknya kembali menyiapkan 10 peninggalan sejarah untuk menjadi cagar budaya. “Tahun lalu sudah ada sembilan. Kita melihat masih sangat banyak potensi, sehingga kita usulkan lagi,” katanya, Selasa (23/2). Menurut Syamsudin, penetapan peninggalan sejarah sebagai cagar budaya adalah bentuk upaya penyelematan. Sebab dengan berstatus sebagai cagar budaya, benda, struktur ataupun situs bisa direvitalisasi melalui pembiayaan APBN maupun APBD.

“Saat ini kita identifikasi dulu mana yang prioritas, dibuatkan profilnya supaya bisa dipertimbangkan oleh tim ahli,” tambah dia. 10 objek lagi yang diusul itu diantaranya Pulau Pendek, makam mantan para raja Buton, dan benteng Sangia Manuru. “Tahun lalu kita fokus di benteng karena menghindari klaim kepemilikan lahan masyarakat. Tahun ini ada benda seperti meriam, kemudian struktur seperti makam tua, dan tetap ada benteng juga,” tandas Syamsudin. (c/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top