HEADLINE NEWS

Kontribusi Pemilik IUP di Konut Minim : Keluar Ribuan Tongkang, Daerah Cuma Kebagian 5 Tongkang

KENDARINEWS.COM — Kontribusi pengusaha yang memiliki konsesi dan izin usaha pertambangan (IUP) di wilayah Konawe Utara (Konut) masih terbilang minim. Khususnya kontribusi perusahaan terhadap pemasukan pajak bagi negara. Pj Bupati Konut, H. Yusuf Mundu, mengakui, eksistensi pendapatan pajak dari sektor pertambangan cukup minim. Padahal potensi sumber daya alam yang dimiliki Konut cukup melimpah.

“Sangat kurang (pemasukan pajak). Antara sumber daya alam yang terkuras dengan uang yang digunakan untuk membangun daerah tidak ada keseimbangan,” sindir H. Yusuf Mundu, Rabu (11/11). Bila kehadiran perusahaan pertambangan berbanding lurus dengan pendapatan yang dirasakan masyarakat sekitar berkorelasi, maka menurut Kepala Badan Pendapatan Sultra itu, tak ada masalah.

Hanya saja, kondisi di lapangan menmerlihatkan, sumber daya alam tersebut lebih dinikmati para pelaku usaha pertambangan. “Coba lihat kapal-kapal tongkang yang berlabuh di perairan. Apa yang kita dapatkan. Bagi hasil saja pada tahun 2020 hanya Rp 168 miliar. Bila dihitung-hitung hanya lima tongkang. Sementara yang keluar ini ribuan tongkang,” sorotnya lagi.

Di pertambangan, kata H. Yusuf Mundu, disinyalir banyak perusahaan pertambangan yang melakukan aktivitas secara ilegal. Dengan praktik tersebut, pendapatan pajak tentu tak akan dapat terkoneksi, karena tidak masuk dalam pencatatan negara. Kalau legal, berarti perusahaan itu tercatat, mulai kubikasi pertonasenya dan sebagainya. “Peran pengawasan di sini perlu dioptimalkan,”sambungnya. Selain itu, faktor memberikan kemudahan pengurusan perizinan yang ada di daerah. Jika dalam kepengurusan izin saja harus mengeluarkan budget hingga miliaran rupiah, maka ada kecenderungan pihak perusahaan melakukan kegiatan penambangan secara ilegal. (c/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top