Politik

Komisi II Dukung Program Pasar Sehat

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggas program pasar sehat. Langkah menata pasar-pasar di Kota Lulo agar memenuhi penilaian kota sehat itu mendapat dukungan dari DPRD Kendari.
Ketua Komisi II DPRD Kendari, Andi Sulolipu berharap penataan pasar tak hanya berdasarkan satu aspek saja, tetapi harus dari segala aspek.

“Kita sangat dukung langkah itu, dan saya yakin itu bisa. Asal, ditatanya dari segala aspek. Baik masalah kebersihan, tersedianya pengangkut sampah di lingkugan pasar, lods pedagang tidak ada lagi sampah, tidak ada berjualan di pingir jalan, dan yang utama baik pedagang maupun pembeli harus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Andi Sulolipu.

Politisi PDIP itu berharap penatana pasar bisa berjalan dengan baik sesui penilaian kota sehat. Karena itu, ia meminta Pemkot tak hanya melibtakan satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja, tapi juga melibatkan beberapa OPD lain.

“Dinas Tata Kota, PD Pasar, teman-teman Non Goverment Organization (NGO)), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mahasiswa, hingga teman-teman DPRD juga bisa dilibatkan untuk ikut menilai penatana pasar yang lebih optimal,” jelasnya saat dihubungi.

Soal dipilihnya Pasar Wayong sebagai pilot projoct pasar sehat yang juga akan ditata, pihaknya juga ikut mendukung langkah tersebut, “Saya tidak tahu, apa penilaian pemkot hingga memilih Pasar Wayong. Yang jelas, pemerintah sudah memiliki krtiteria sendiri. Saya pun pribadi menilai, pemilihan Pasar Wayong sudah tepat,” katanya.

Terpisah, Direktur PD Pasar Kendari Asnar, mengaku Pasar Wayong bakal dijadikan sebagai pilot project pasar sehat di Kendari. Sebab lokasinya jauh dari pusat keramaian serta jumlah pedagangnya yang tidak terlampau banyak.

“Kita tata pasarnya supaya tampak bersih dan aman bagi pembeli dan pedagang yang beraktivitas di dalamnya. Saat ini, kami mulai menata lingkungan, menata pedagang, kemudian drainase, taman bunga dan menyiapakan alat pelindung diri (APD),” katanya.

Penataan Pasar Wayong untuk memenuhi kriteria penilaian kota sehat tahun ini. Untuk penilaian pasar sehat itu memang banyak poin dan itu banyak bertentangan dengan perilaku belanja masyarakat saat ini. “Misalnya, warga saat membeli daging ayam menginginkan pemotongan langsung di pasar. Padahal aturannya dalam pasar sehat itu tidak boleh. Pemotongan harus dilakukan di luar pasar,” jelasnya.

“Nah, ini yang harus kita edukasi kepada pedagang termasuk masyarakat bahwa itu melanggar syarat pasar sehat,” tambahnya. Asnar memastikan seluruh pasar di Kendari bakal diusul menjadi pasar sehat. Oleh karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus terlibat menyukseskan program itu. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top