Politik

Ketua DPRD Sultra : Poros Unaaha-Latoma Prioritas Dibenahi

KENDARINEWS.COM — Akses jalan di poros Unaaha menuju Latoma, sudah lama dikeluhkan warga. Jalur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov) Sultra tersebut, mengalami kerusakan pada beberapa ruas dan membahayakan pengguna jalan. Keluhan warga itu rupanya telah sampai ke telinga wakil rakyat. Ketua DPRD Sultra Abdurahman Shaleh menjanjikan, jalan rusak yang berada di poros Unaaha-Latoma bakal dibenahi pada tahun ini.

Informasi itu disampaikan Ketua DPRD Sultra Abdurahman Shaleh, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di kecamatan Abuki, tepatnya di Desa Epea dan desa Unaasi Jaya. Di Desa Epea, Ketua DPW PAN Sultra itu berdialog bersama warga membahas perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemprov Sultra. Ia menyebut, tahun ini pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13 Miliar untuk membenahi ruas jalan poros Unaaha-Latoma sepanjang 42 kilometer.

“Khusus infrastruktur, tahun ini poros Unaaha-Latoma akan kita aspal. Yang kita prioritaskan itu ruas-ruas jalan yang rusak disepanjang poros tersebut,” ujar ARS, sapaan karib Abdurrahman Shaleh. Dalam kunker tersebut, ARS turut didampingi anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sultra yang juga Ketua Fraksi PAN, Samsul Ibrahim, serta Ketua Komisi I DPRD Konawe, Beni Setiadi Burhan.

Masih terkait peningkatan infrastruktur di poros Unaaha-Latoma, ARS menuturkan, anggaran perbaikan jalan sebesar Rp 13 Miliar yang bersumber dari APBD Sultra tersebut, seyogyanya belum cukup untuk memaksimalkan pengaspalan. Sebab disisi lain, pandemi Covid-19 membuat sebagian besar porsi anggaran pemerintah harus direfocusing. Meski demikian, menurutnya, hal ini menjadi titik awal yang baik untuk membenahi ruas-ruas jalan rusak lainnya di Konawe, dalam hal ini yang menjadi kewenangan pemprov Sultra.

“Mudah-mudahan ditahun berikutnya bisa kita tuntaskan. Sebab, infrastruktur yang memadai bisa menumbuhkembangkan ekonomi. Infrastruktur menjadi penunjang denyut nadi perekonomian masyarakat,” bebernya. Beranjak dari desa Epea, ARS kemudian menemui masyarakat petani di desa Unaasi Jaya. Dalam kesempatan itu, ia menyempatkan diri melakukan panen cabai di salah satu areal ladang seluas 8 hektare yang dikembangkan pemerintah desa (pemdes) setempat.

“Dalam satu pohon, cabai yang dipetik bisa sampai satu kilogram. Saya dengar disini cabai yang dikembangkan mencapai 6.000 pohon. Berarti bisa sampai 6 ton cabai dihasilkan sekali panen. Saya kira ini bisa menjadi percontohan desa-desa lain yang ada di Sultra,” harap politisi PAN Sultra itu.

ARS berjanji untuk terus memfasilitasi kebutuhan masyarakat khususnya para petani di desa Unaasi Jaya. Misalnya, terkait masalah irigasi yang kerap menjadi tantangan petani saat menggarap ladang. Sebagai corong pelaksanaan pembangunan di Bumi Anoa, sambung ARS, DPRD Sultra siap memfasilitasi dan memperjuangkan kepentingan seluruh masyarakat. Apalagi, jika itu berkaitan dengan potensi-potensi unggulan yang bisa dikembangkan di desa atau wilayah yang bersangkutan.

“Terkait itu, kami di DPRD Sultra juga bisa memfasilitasi pengadaan irigasi atau embung ke pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari. Nanti menyurat ke DPRD Sultra, kita siap bantu. Itu bagian dari tugas kita selaku wakil rakyat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top