Bombana

Kesadaran Warga Minim, Disdukcapil Bombana Mutakhirkan Data Kependudukan

KENDARINEWS.COM — Kesadaran masyarakat Bombana memperbaharui data kependudukannya masih minim. Alhasil, gambaran data kependudukan tidak mengalami perubahan signifikan tiap tahunnya. Padahal up dateing data ini menjadi bahan rujukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana dalam mengambil kebijakan. Salah satunya di bidang pendidikan.

Atas dasar itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat berinisiatif melakukan pemutakhiran data penduduk khusus status pendidikan. Selain untuk mendapatkan data terbaru, pemutakhiran data ini bertujuan untuk melihat gambaran presentase tingkat pendidikan di Bombana.

Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus Syamsuddin mengungkapkan pembaruan data penduduk ini sangat penting dilakukan, mengingat biodata penduduk digunakan untuk pelayanan publik maupun pelayanan lainnya. Selain itu, data kependudukan di pencatatan sipil bisa menjadi rujukan pelaksanaan penyelenggaraan di bidang pendidikan.

“Tidak sedikit warga Bombana yang tidak mengupdate data kependudukannya. Salah satunya, status pendidikan. Bahkan ada pula yang sudah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi namun datanya belum diubah. Melalui pemutakhiran data ini, status pendidikannya di kartu keluarga akan diubah,” jelasnya. Saat ini kata Firdaus, kesadaran masyarakat Bombana untuk memperbaharui datanya masih kurang terutama perbaikan data kartu keluarga (KK).

Hal inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa tingkat pendidikan di kabupaten Bombana hingga saat ini masih cukup rendah. “Untuk itu, kita bekerjasama dengan seluruh camat, lurah maupun desa untuk mengimbau masyarakatnya melaporkan pembaruan datanya. Jangan nanti dibutuhkan seperti melamar pekerjaan baru mau memperbaiki datanya,” kata Firdaus.

Jika melihat gambaran tingkat pendidikan penduduk Bombana, sebagaian besar masih didominasi pendidikan dasar. Dari sekitar 142 ribu jiwa, 30,09 persen menampatkan pendidikan SD, belum sekolah 22,69 persen, belum tamat SD sejumlah 11,34 persen, tamat SMP sejumlah 13,09 persen, tamat SMA 17,29 persen, diploma 0,80 persen, sarjana strata satu 3.99 persen, strata dua 0,18 persen. “Bila diakumulasi secara keseluruhan, tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk Bombana belum mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2020,” tuturnya. (c/idh)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top