Knowledge

Keracunan? Ini Tips Penanganan Pertama yang Wajib Anda Ketahui

KENDARINEWS.COM — Keracunan ini akibat cairan keras (golongan asam dan lindi) untuk keperluan rumah tangga/industri, serta keracunan minyak tanah dan sebangsanya seperti karbol dan bensin. Pada golongan yang membakar ini oleh asam dan lindi, juga pada keracunan minyak tanah, kita tidak boleh memaksa kan/mengusahakan penderita muntah. Oleh cairan keras ini, lambung akan cedera bakar. Jika penderita dipaksakan muntah, akibatny sangat berbahaya karena lambung akan tembus, oleh gerakan muntah yang keras sehingga penderita akan meninggal. Jagalah supaya penderita tidak muntah, untuk mencegah muntah masuk ke paru-paru. Muntah minyak tanah yang masuk paru-paru sangat berbahaya.

Ilustrasi Sakit perut keracunan makanan. (Pixabay)

Gejala:
Cedera bakar sekitar bibir, mulut dan lidah.

Pertolongan:
Tujuan utama ialah mengencerkan racunnya dengan segera. Jalankanlah cara berikut ini:

  • Pertama-tama jangan anggap remeh; termakan atau terminum cairan keras/minyak tanah sudah akan menimbulkan bahaya.
  • Jangan buang tempo untuk mencari obat pelunak racun yang khusus. Gunakan apa yang ada.
  • Segera berikan kepada yang sadar air atau susu banyak banyak, perlahan-lahan dan hati-hati. Yang tidak sadar tidak boleh diberi makanan/minuman melalui mulut karena dapat mengundang bahaya maut.
  • Untuk minyak tanah dan sebangsanya: berikanlah es krim atau satu sendok makan minyak goreng yang berasal dari tanam-tanaman, seperti minyak kelapa, Vetco, Sintanola dan sebagainya.
  • Jika muka dan badannya cedera bakar, dinginkanlah segera dengan air. Siram terus-menerus sekurang-kurangnya selama sepuluh menit sampai hilang rasa panas dan nyeri. Jika mata cedera bakar, berikanlah perhatian khusus. Jika penderita memakai kaca -contact lens- angkatlah segera kacamata ini. Utamakan mata, cegah jangan sampai buta. Pertolongan pertama inilah yang menentukan penderita akan buta atau tidak, bukan pertolongan dokter kemudian. Siramlah matanya terus-menerus dengan air dingin. Teruskan menyiram dalam perjalanan ke rumah sakit atau ke dokter.
  • Antar penderita ke rumah sakit.
  • Bawalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai petunjuk racun, dan perlihatkanlah semuanya kepada dokter, baik berupa botol, cairan ataupun muntah.
  • Pada mereka yang tidak sadar usahakan segera membebaskan jalan nafas yang tersumbat. Lakukan pernafasan buatan perasat mulut ke hidung.
  • Tidurkan ia dalam sikap setengah tertelungkup dengan muka agak miring ke bawah.
  • Dalam sikap ini antar ia ke rumah sakit.

Beberapa contoh keracunan

KERACUNAN BENSIN, MINYAK TANAH DAN SEBANGSANYA

Gejala:
Mual, muntah, sakit kepala, penglihatan terganggu, mabuk dan tidak sadar.

Pertolongan:

  • Antar ke tempat yang berhawa bersih. Berikan es krim, atau susu, atau satu sendok makan minyak goreng yang berasal dari tanaman, misalnya minyak kelapa dan sebagainya.
  • Antar ke rumah sakit dalam sikap setengah tertelungkup. Mukanya harus miring ke bawah, lebih-lebih kalau kita ingat bahwa muntah minyak tanah yang masuk paru-paru sangat berbahaya untuk penderita.

Perhatian:
Selain keracunan karena termakan atau terminum, masih ada juga keracunan karena terhirup. Keracunan ini sering timbul karena bensin, minyak tanah dan sebangsanya terhirup waktu kita menarik nafas. Pindahkan penderita ke tempat yang berhawa bersih.

KERACUNAN KARBOL DAN DESINFEKTAN YANG SEBANGSANYA (PHENOL)

Gejala:
Mulut dan sekitarnya terbakar, sakit, muntah, tidak sadar.

Pertolongan:

  • Berikan bubuk susu yang dicampur dengan air dengan perbandingan yang sama, atau 2 putih telur kocok, atau air biasa.
  • Jika terjadi cedera bakar pada kulit gosoklah dengan alkohol. Kemudian, cuci dengan air dan sabun, atau siram dengan air.
  • Antar penderita ke rumah sakit dalam sikap setengah ter telungkup yang mantap.

KERACUNAN ASAM (ASAM BELERANG, ASAM SALPETER DAN SEBAGAINYA)

Gejala:
Mulut dan sekitarnya terbakar, susah menelan, susah berbicara dan susah bernafas, tidak sadar.

Pertolongan:
-Berikan penawar racun asam (= asida):
Air kapur sirih encer: campur satu sendok teh kapur sirih dalam dua gelas air, atau
magnesia oxyda: campuran satu sendok teh dalam empat gelas air, kira-kira ½ liter,
atau air sabun kemudian berikan: Dua gelas susu, atau air, atau putih telur yang kocok, kira-kira 12 butir.

  • Jika mata cedera: Buka mata sebesar-besarnya, siram terus menerus dengan air kran, atau ceret sekurang-kurang nya 10 menit. Teruskan usaha ini dalam perjalanan ke rumah sakit.
  • Jika kulit terbakar: dinginkan dengan air segera sekurang kurangnya 10 menit sampai hilang panas dan rasa nyeri.
  • Antar ke rumah sakit dalam sikap setengah tertelungkup dengan muka agak miring ke bawah.

KERACUNAN LINDI (LYSOL, AMONIAK, KAPUR DAN SEBAGAINYA)

Gejala:
Mulut dan sekitarnya terbakar, mual, muntah, susah menelan, susah bernafas.

Pertolongan:

  • Berikan penawar racun lindi (= alkali) yang berikut:
    Air cuka yang encer: campur satu bagian cuka dalam enam bagian air, atau air jeruk kemudian berikanlah: minyak kelapa atau minyak tanaman sebanyak satu atau dua sendok.
  • Jika mata cedera: Berilah prioritas pada keselamatan mata, untuk menghindarkan penderita menjadi buta. Pertolongan pertama inilah yang menentukan, bukan pengobatan dokter kemudian. Buka mata sebesar-besarnya dan siramlah terus-menerus sekurang-kurangnya 10 menit. Teruskan usaha ini dalam perjalanan ke rumah sakit.
  • Jika kulit cedera bakar: Dinginkan segera sekurang-kurangnya 10 menit dengan air yang disiram terus-menerus sampai hilang rasa panas dan nyeri.
  • Antarlah ke rumah sakit dalam sikap setengah tertelungkup.

KERACUNAN MAKANAN/MINUMAN, TUMBUH-TUMBUHAN, OBAT-OBATAN DAN SEBAGAINYA

Maksud pertolongan pertama ialah:

  • Supaya racunnya keluar dari lambung
  • Mengantar penderita ke rumah sakit.

Dalam keadaan begini jangan buang waktu untuk mencari obat pelunak racun yang khusus. Gunakan yang seada-adanya. Suruh penderita langsung minum 4-7 gelas cairan berikut ini untuk menimbulkan muntah:

  • Air panas suam-suam kuku, atau
  • Susu (campuran garam dengan air selain kurang enak, sangat berbahaya jika diberikan melebihi takarannya. Sering pula tidak berhasil).
    Kemudian kita paksakan penderita muntah. Dapatkah kita paksakan muntah? Ya, kita dapat melakukannya dengan cara berikut: masukkan dua jari jauh-jauh ke dalam mulut penderita, atau masukkan sebuah ujung sendok yang tumpul ke dalam mulutnya. Untuk mencegah kita atau lidahnya tergigit tahan dengan kain-kain yang digulung di salah satu ujung mulut/bibir.

Selesai muntah, berikan padanya pelunak racun khusus, kalau ada. Untuk mengencerkan racun dapat pula diberikan padanya banyak-banyak salah satu yang disebut berikut ini:

  • Norit atau beras rendang.
  • Minyak goreng yang berasal dari tanaman, minyak kelapa, minyak kacang, minyak jagung dan sebagainya.
  • Susu.
  • Teh.
  • Dua putih telur kocok dicampur segelas air/susu.
  • Air.
  • Air kanji, atau air tepung encer.

Sesudah kira-kira dua-tiga menit, suruh ia muntah lagi dan ulangi pekerjaan seperti tadi untuk mengencerkan racun.

  • Kemudian, beri ia teh atau kopi panas. Jika ia muntah lagi dan muntah itu berupa teh atau kopi itu berarti bahwa lambungnya sudah bersih dari racun. Jadi teh, atau kopi itu kelihatan jernih tanpa campuran apa-apa.
  • Pada penderita yang tidak sadar jalan nafasnya harus di bebaskan supaya ia leluasa bernafas. Lakukan pernafasan buatan jika perlu. Antar segera ke rumah sakit dalam si kap setengah tertelungkup yang mantap.

KERACUNAN KARENA TUMBUH-TUMBUHAN

  1. KERACUNAN UBI KAYU

Gejala:
Muntah, pusing, sesak nafas, mabuk, tidak sadar. Jika dibiarkan, mungkin meninggal.

Pertolongan:

  • Usahakan muntah.
  • Berikan norit.
  • Antar ke rumah sakit, dalam sikap setengah tertelungkup.
  1. KERACUNAN BONGKREK

Gejala:
Muntah, mencret, kadang-kadang kejang. Jika dibiarkan, mungkin ia meninggal.

Pertolongan:

  • Usahakan muntah.
  • Berikan norit.
  • Antar segera ke rumah sakit, dalam sikap setengah tertelungkup.
  1. KERACUNAN JAMUR

Gejala:
Mual, muntah, mencret, sangat gelisah, kadang-kadang ke jang. Tidak sadar. Jika dibiarkan, mungkin ia meninggal.

Pertolongan:

  • Usahakan ia muntah.
  • Berikan norit.
  • Antar ke rumah sakit, segera, dalam sikap setengah tertelungkup.
  1. KERACUNAN JENGKOL

Gejala:
Keracunan ringan: sakit pinggang, atau sakit pada ari-ari.
Keracunan berat: sakit pinggang berat, sakit kandung ken ing berat sampai ia berteriak-teriak karena nyeri sekali. Air kemih keluar sedikit-sedikit, malah sampai terhenti sama sekali. Kencing, nafas, dan mulut berbau jengkol.

Pertolongan:

  • Usahakan ia muntah.
  • Berikan serbuk norit tiga kali satu sendok makan bertu rut-turut. Ulangi tiap-tiap jam. (tablet norit dihancurkan lebih dahulu). Atau berikan segelas susu dengan sebutir telur ayam kocok.
  • Atau berikan pil bicarbonas natricus sekaligus empat buah, dalam satu hari lima kali. Maksudnya supaya air se ni menjadi lundi. Obat ini diberikan selama penderita ma sih mengeluarkan air seni.
  • Daun melinjo juga sering digunakan. Segenggam daun me linjo dimasak dengan tiga gelas air sampai mendidih. Di nginkan airnya dan minumkan kepadanya.
  • Penderita harus minum banyak supaya banyak kencing, sehingga racunnya cepat ke luar habis. Antar ke rumah sakit. Jika ia tidak sadar, jagalah supaya jalan nafasnya tidak tersumbat. Lakukan pernafasan buatan.
  • Antarlah ia dalam sikap setengah tertelungkup.

KERACUNAN KARENA MAKANAN DAN MINUMAN

  1. KERACUNAN DAGING BUSUK, IKAN BUSUK, MAKANAN DALAM KALENG

Gejala:
Muntah dan mencret.

Pertolongan:

  • Usahakan supaya penderita muntah. – Berikan obat cuci perut.
  • Kemudian, berikan serbuk norit tiga kali berturut-turut satu sendok makan. Ulangi tiap-tiap jam. Tablet norit di hancurkan dahulu supaya penyerapan racun cepat terjadi. Norit ini dicampur air sedikit, supaya mudah ditelan.
  • Antar ke rumah sakit jika perlu.
  1. PEKA TERHADAP MAKANAN YANG DISEBUT ALERGI
    Banyak orang sangat peka terhadap makanan seperti udang, kepiting, tiram, telur ayam (khusus untuk anak).

Gejala:
Muntah, mencret, seringkali pada seluruh badan, atau sebagian badan ke luar bintik merah, yang kadang-kadang menjadi lebar dan terasa gatal.

Pertolongan:

  • Usahakan supaya penderita muntah.
  • Berikan obat cuci perut.
  • Kemudian, berikan serbuk norit tiga kali berturut-turut satu sendok makan. Ulangi tiap-tiap jam. Tablet norit dihancurkan dahulu supaya penyerapan racun cepat ter jadi. Norit ini dicampur air sedikit, supaya mudah ditelan. Antar ke rumah sakit jika perlu.
  1. KERACUNAN ALKOHOL
    Keracunan ini terjadi karena penderita terlalu banyak minum cognac, kopi, arak, anggur, bir dan sebagainya. Keadaan mabuk tergantung dari si peminum, juga dari banyaknya yang diminum.
    a. Mabuk ringan

Gejala:
Penderita amat girang, bernyanyi-nyanyi, bercakap-cakap, kurang sadar, tidak dapat mengendalikan diri, kadang-kadang muntah, mukanya merah.

Pertolongan:

  • Usahakan agar penderita muntah.
  • Berikan air kopi tubruk keras dan sepuluh tetes minyak adas yang dicampur dalam segelas air.
  • Siram kepalanya dengan air dingin sampai ia tenang.
  • Biarkan ia tidur.

b. Mabuk berat

Gejala:
Pikirannya terganggu, percakapannya tak tentu, lekas marah, suka memukul-mukul orang. Ia terhuyung-huyung, sampai jatuh. Tidak sadar.

Pertolongan:

  • Pada yang sadar: usahakan muntah. Dengan bulu ayam yang bersih, tenggorokan penderita dikorek-korek sampai ia muntah.
  • Berilah kopi tubruk keras, dan 10 tetes minyak adas yang dicampur dalam satu gelas air, atau satu sendok garam dapur yang dicampur dengan satu ge las air hangat yang diminum sekaligus.
  • Siram kepalanya dengan air dingin atau eskap di kepalanya. Ciumkan bawang putih iris, atau amonia.
  • Pada yang tidur: baringkanlah dalam sikap setengah terte lungkup dengan kepala agak miring ke bawah, supaya muntahnya mudah keluar dan tidak mungkin masuk paru-paru.
  • Beri selimut tebal supaya ia banyak berkeringat, sehingga alkohol ikut ke luar dengan keringat tadi.

c. Penderita berbahaya Pertolongan:

Jagalah supaya ia tidak membahayakan dirinya sendiri, atau orang lain. Kalau perlu, kurunglah ia.

KERACUNAN OBAT (PIL, TABLET, KAPSUL ATAU CAIRAN DAN LAIN-LAIN)

KERACUNAN OBAT TIDUR (BARBITURATES) OBAT PENENANG, CANDU, MORPHINE

Gejala:
Mula-mula ngantuk dan ingin tidur, pernafasan terganggu. Tidur nyenyak, tidak sadar, dan akhirnya meninggal.

Pertolongan:

  • Usahakan penderita muntah.
  • Berikan kopi tubruk keras untuk menguatkan jantungnya.
  • Jaga jangan sampai ia tertidur. Basahkan kepala dan pergelangan tangan dengan air dingin. Ciumkan klonyor atau bawang putih. Bawa ia keliling supaya tidak tertidur, asal jaga supaya ia tidak letih. Seorang yang letih akan tidur. Usahakan supaya udara di ruangan tetap bersih.
  • Kalau perlu lakukan pernafasan buatan.
  • Antar ke rumah sakit dalam sikap setengah tertelungkup

Sumber : Rassat Sjofjan. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Penerbit Djambatan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top