HEADLINE NEWS

Kepala BKPM RI : Kita akan Kurangi Import, 50 Persen Aspal Nasional Harus dari Buton

KENDARINEWS.COM — Gubernur Sultra Ali Mazi kembali menjejak tanah kelahirannya, Pulau Buton. Masih dengan misi yang sama, Ali Mazi menasionalkan aspal Buton. Kali ini, Gubernur Ali Mazi membawa utusan Presiden Joko Widodo dalam urusan permodalan, Bahlil Lahadalia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Gubernur Sultra Ali Mazi didampingi Bupati Buton La Bakry memaparkan sejumlah informasi dan potensi aspal Buton (Asbuton) kepada Bahlil Lahadalia. Bahlil memastikan, kedatangannya di Buton untuk menjalankan amanah presiden, mengoptimalkan potensi daerah dengan membuka keran investasi.

“Tujuan saya hadir di sini, memastikan bahwa proses investasi di daerah telah berjalan. Apalagi terkait dengan nilai ekonomi tambah. Seperti apa yang dimiliki Buton, berkah luar biasa dengan cadangan aspalnya yang melimpah,” kata Bahlil kepada awak media saat meninjau pabrik aspal Buton PT.Kartika Prima Abadi (KPA) di Desa Suandala Kecamatan Lasalimu, Minggu (28/2).

Ketua Umum HIPMI periode 2015–2019 itu mengakui potensi aspal di Buton sangat melimpah. Hanya saja, belum dikelola dengan baik dan maksimal. Bahlil berkomitmen sebagai Kepala BKPM RI, dia akan mendorong percepatan pemanfaatan aspal Buton melalui pembangunan pabrik berkualitas internasional. “Saat ini lagi membangun satu pabrik berkualitas internasional. Kualitasnya sama dengan Pertamina. Nah, kalau sudah kualitas sama, presiden menginstruksikan agar harus memakai produk lokal,” jelas Bahlil.

Bahlil juga mengaku target produksi PT. KPA sudah meyakinkan. Tahun 2024 nanti, Indonesia sudah bisa mengurangi 50 persen impor aspal dari luar negeri. “Tahun ini masih 100 ribu ton, ke depan 500 ribu ton, sementara kebutuhan aspal kita 1,3 juta. Artinya 50 persen sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri yaitu oleh Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Bahlil menjamin kemudahan investasi di Buton. Sesuai dengan Inpres Nomor 7 dan UU Cipta Kerja sudah berjalan. Poinnya adalah perizinan semuanya diurus oleh BKPM. “Saya ingin memastikan tidak ada lagi keluhan dari dunia usaha terkait perizinan. Saya akan mengecek izin, IUP yang belum clear, di clearkan. Yang sudah clear, kita dukung penuh. Kalau ada yang bermasalah, kita bina. Kalau tidak bisa kita selesaikan,” tegas pejabat negara setara menteri di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin itu.

Selain PT. KPA, Bahlil juga melihat langsung proses produksi dari PT. Karya Buana Buton, sebuah perusahaan milik investor lokal. “Saya juga mendorong IUP-IUP lokal bisa turut ambil bagian dalam pengembangan ekonomi ini,” terangnya. Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan kunjungan putra daerah itu (Bahlil Lahadalia) menambah semangat dan optimistis masyarakat Buton. Pemanfaatan Asbuton secara nasional sudah dinantikan sejak lama. Sehingga kehadiran pabrik-pabrik yang ditopang pengusaha asing maupun lokal membuka pintu kemakmuran bagi masyarakat Sultra, Buton pada khususnya.

“Bapak Bahlil sudah menyaksikan sendiri bahwa di Sultra, khususnya di Buton memiliki potensi luar biasa. Tapi apalah gunanya potensi ini kalau tidak didukung oleh pemerintah pusat. Olehnya itu, selaku gubernur kami sangat berterima kasih karena sudah mendukung aspal Buton ini,” ujar Gubernur Sultra Ali Mazi kepada Bahlil. Hal senada disampaikan Bupati Buton La Bakry. Ucapan terima kasih dan kebanggaan luar biasa bisa menyambut kedatangan Bahlil Lahadalia dan rombongan. Pengembangan potensi sumber daya alam di Buton akan sangat cepat diwujudkan dengan bantuan investasi. “Potensi alam di Buton ini bukan hanya aspal tetapi juga ada nikel dan mangan. Kalau ini semua bisa didukung bersama-sama, maka akan sangat cepat berkembang, bukan hanya Buton tetapi bisa berdampak sangat luas,” kata La Bakry.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memberi perhatian serius pada potensi aspal Buton. Sebab, ia membawa serta pasukannya. Ada Deputi Pelayanan Achmad Idrus, Staf ahli bidang hubungan laut, Robert Leonard, Staf ahli pengembangan sektor investasi prioritas Aries.I, Staf khusus ekonomi, Eka Sastra, Komite Investasi dan Juru Bicara BKPM Tina Talisa. Turut pula Ketua Umum BPP HIPMI periode 2019–2022, Mardani Maming.

Kehadiran Bahlil Lahadalia di Tanah Wolio semakin mempertegas komitmen pemerintah pusat dalam upaya percepatan pemanfaatan aspal Buton. Sebelum Bahlil, akhir Januari lalu rombongan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) juga meninjau deposit aspal buton, berikut dengan kesiapan sarana dan prasarana pendukungnya. Untuk diketahui Gubernur bersama RI-79 terbang dari Bandara Haluoleo Kendari menggunakan private jet Gulfstream. Para pejabat publik itu tiba di Baubau melalui Bandara Betoambari, pukul 09.00 Wita. Beristrahat sejenak di rumah dinas Wali Kota Baubau, Bahlil Lahadalia, Gubernur Ali Mazi dan rombongan bertolak ke Lasalimu dan meninjau pabrik aspal Buton di Desa Suandala Kecamatan Lasalimu.

Tiba di PT. Kartika Prima Abadi (KPA), rombongan pejabat negara itu disambut Direktur Utama Irwan Hermato dan jajaran direksi. Diiringi rintik hujan, Bahlil tetap semangat melihat langsung progres smelter aspal yang dibangun pemodal asing itu. Selain visit site, Bahlil juga menyerahkan tax holiday kepada PT. KPA. Sebagai rangkaian penutup, rombongan Bahlil mampir di rumah dinas Bupati Buton di Pasarwajo dan melakukan pertemuan intern Gubernur Sultra Ali Mazi, Bupati Buton La Bakry dan Wali Kota Baubau, AS Tamrin. Setelah itu, pria berdarah Buton itu bertolak kembali ke Jakarta menjelang magrib. (lyn/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top