Metro Kendari

Kendari Jadi Lokus Penanganan Stunting, Tercatat 400 Kasus Hingga Juni

KENDARINEWS.COM — Stunting masih menjadi “PR” Pemkot Kendari. Tahun ini, jumlah kasus stunting di Kota Lulo mengalami peningkatan yang signifikan. Hingga bulan Juni 2021 ini, jumlahnya telah mencapai 400 kasus. Atau naik 100 persen dibanding tahun 2020 yang hanya berkisar 200 kasus.

drg. Rahminingrum

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg. Rahminingrum mengakui kasus stunting mengalami peningkatan selama pandemi covid-19. Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan Kota Kendari sebagai lokus penanganan stunting pada 2022 mendatang.

“Penentuan lokus penanganan stunting merujuk peningkatan kasus. Untuk Kendari, kasusnya tidak terlalu besar. Namun karena pemerintah telah melebarkan status pengangan, makanya Kendari juga masuk menjadi lokus. Kini, pemerintah sudah memandang perlu untuk mengintervensi stunting . Meskipun yang angkanya tidak terlalu besar,” kata Rahminingrum kemarin.

Sebagai upaya mencegah peningkatan kasus stunting, pihaknya masih mensosialisasikan masalah stunting di tengah masyarakat, mulai kepada ibu hamil, anak usia dini, remaja hingga orang dewasa. “Agar jumlah stunting berkurang, kita harus mulai dari awal lagi. Dimulai ibu hamil soal bagaimana kecukupan gizinya. Kalau balita, apakah imunisasi dasarnya terpenuhi, apakah asi eksklusifnya terpenuhi, apakah gizinya terpenuhi, itu harus diperhatikan,” ungkap Rahmingrum.

Selanjutnya kata Rahminingrum, edukasi dilanjutkan pada masa masuk usia sekolah. Saat itu, anak diperhatikan imunisasinya, pemeriksaan kesehatan, skrining untuk penyakit-penyakit tertentu pada tingkat Sekolah Dasar (SD). “Terus masuk lagi remaja. Apakah dia selama remaja mendapatkan edukasi tentang kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, perkawinan dini kemudian ketika dewasa, bagaimana cara mengenali pasangan usia subur itu, lalu menikah dan menghasilkan generasi yang baik,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku telah menindaklanjuti instruksi Menkes terkait penetapan Kendari sebagai lokus penanganan kasus stunting. Adapun upaya yang dilakukan yakni telah menetapkan 15 kelurahan yang memiliki kasus tertinggi sebagai lokus penanganan stunting. Kelurahan dimaksud yakni Tobimeita, Talia, Puday, Punggaloba, Poasia, Bungkutoko, Lepo-lepo, Sambuli, Purirano, Petoaha, Lalodati, Baruga, Labibia, Anaiwoi dan Sanua.

“Saya sudah instruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berkolaborasi untuk mencegah stunting sehingga ada peningkatan kualitas generasi kita. Apalagi jika kita berbicara nilai manusia, kita tidak bisa berbicara persentasi. Jika ada saja satu anak kita yang terkategori stunting, maka harus menjadi perhatian serius,” ujarnya. (b/ags)

Kasus Stunting
2020 200 Kasus
Juni 2021 400 Kasus

Kelurahan Lokus Penanganan Stunting
-Tobimeita -Sambuli -Labibia
-Talia -Purirano -Anaiwoi
-Puday -Petoaha -Bungkutoko
-Punggaloba -Lalodati -Lepo-lepo
-Poasia -Baruga -Sanua

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru


To Top