Metro Kendari

Kembangkan Objek Wisata, Pemkot Kendari Gandeng Kemenparekraf


-Usul Anggaran ke Pusat

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah mengusulkan rencana pengembangan tiga objek wisata ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Ketiga objek itu adalah wisata Pantai Nambo, Kebun Raya Kendari, dan Tambat Labuh. Tak tanggung-tanggung, Disbudpar mengajukan bantuan sebesar Rp 8 miliar. Pengembangan tiga objek itu diharapkan bisa memicu jumlah wisatawan.

Menurut Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, pengembangan sejumlah objek wisata di Kota Lulo sangat penting sebagai katalisator pembangunan kota Kendari. Saat ini, dibutuhkan pemicu ekonomi agar daerah bisa bangkit dari pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mendorong pengembangan kawasan wisata.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) dan Koordinator Area III Wilayah Sulawesi Kemenparekraf RI, Agus Suprihastono (tengah) berfoto bersama.

“Saya sudah intruksikan Dinas Pariwisata (Disbudpar) untuk pro aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak termasuk kementerian untuk mengembangkan pariwisata kita,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Politisi PKS ini menambahkan, Kota Kendari selain menjadi wilayah penyangga Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Wakatobi, juga menjadi rujukan penyelenggaran even nasional. Misalnya belum lama ini Kota Kendari dipercaya Kemenparekraf dalam menyelenggaraakan Indonesia Triathlon Series (ITS). Selanjutnya pekan depan Kota Lulo juga dipercaya menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang rencananya bakal dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

“Kita sukses menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan even berskala nasional. Oleh karena itu, peningkatan sarana dan prasarana penunjang pariwisata juga harus kita lakukan, agar event-event berskala nasional bahkan internasional lainnya bisa diadakan di Kendari. Kalau diadakan disini pasti akan terjadi perpurtaran ekonomi yang sangat baik, dan peluang itu saya harap dimanfaatkan oleh masyarakat kita,” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Disbudpar Kendari, Abdul Rifai, mengaku tengah membangun komunikasi dengan Kemenparekraf terkait pengembangan sejumlah tempat wisata di Kendari. Terutama pengembangan 3 objek wisata yakni Pantai Nambo, Kebun Raya Kendari, dan Tambat Labuh. Pengembangan tiga objek wisata itu sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasaran wisata. Jika itu terpenuhi, maka akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, pengajuan tiga objek itu, dikarenakan statusnya yang merupakan kawasan pengembangan wisata di Kendari dan masuk dari bagian yang dipersyaratkan Kemenparekraf “Kita sudah ajukan, Kita sudah usul semua dokumen yang diperlukan seperti rencana kerja, serta bukti kepemilikan objek wisata oleh pemda. Mudah-mudahan diakomodir pemerintah pusat (Kemenparekraf),” kata Abdul Rifai.

Sementara, Kordinator Area III Wilayah Sulawesi Kemenparekraf RI, Agus Suprihastono mengaku telah menerima usulan itu. Pihaknya mengupayakan agar Kota Kendari mendapatkan bantuan tersebut yang sumber pembiayaanya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenparekrat tahun depan (2021).

“Kendari merupakan wilayah penyangga Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Wakatobi. Kita upayakan dapat DAK supaya sektor pariwisatanya bisa bangkit kembali, sehingga bisa dikunjungi banyak orang,” pungkasnya. (ags)

Objek Wisata yang akan Dikembangkan
-Pantai Nambo
-Kebun Raya Kendari
-Tambat Labuh

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top