Politik

Keberatan dengan Putusan KPU, Laporkan!

KENDARINEWS.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) geram dengan tudingan tak independen di Pilkada Muna. Penetapan LM. LM. Rusman Emba sebagai calon Bupati Muna 2020 mulai disoal, lantaran adanya perbedaan nama yang tertera di kartu tanda penduduk elektronik dan ijazah.

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir menyarankan pihak yang keberatan dengan keputusan KPU Muna agar menempuh jalur konstitusional. Jangan hanya memainkan narasi di luar. Menurutnya KPU sudah menempuh jalur sesuai regulasi selama masa pemeriksaan berkas syarat calon.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir (dua dari kanan), Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho (dua dari kiri), Ketua Bawaslu Muna Al Abzal Naim (kanan) saat Ngopi Sopan di Sekretariat KPU Muna.

Lembaganya selalu berpedoman pada regulasi dalam melaksanakan setiap tahapan Pilkada. Khusus mengenai perbedaan nama dari salah satu kandidat, hal itu sudah diatur dalam Keputusan KPU-RI Nomor 394/Pl.02.2-Kpt/06/KPU/VIII/2020 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian dan Perbaikan Dokumen Persyaratan, Penetapan serta Pengundian Nomor Urut Paslon dalam Pilkada. KPU Muna menurutnya diberi ruang klarifikasi dan verifikasi langsung kepada institusi yang mengeluarkan identitas bakal calon sebelum melakukan penetapan.

“Verifikasi dilakukan untuk memastikan identitasnya sah dan orang yang dimaksud dalam identitas itu benar merupakan bakal calon dimaksud,” jelasnya saat ditemui di Sekretariat KPU Muna. Natsir mengatakan, keputusan KPU tidak akan keluar dari regulasi, apalagi sampai bertentangan. KPU tidak akan bekerja berdasarkan pendapat orang per orang ataupun kelompok per kelompok.

“Jika keputusan KPU dinilai keliru oleh salah satu pihak, hal itu bisa diadukan kepada lembaga berwenang seperti Bawaslu, PTUN, MA ataupun DKPP. Ini ruang yang konstitusional. KPU itu lembaga yang tegak lurus pada aturan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Muna Kubais menjelaskan lembaganya menerima berkas pendaftaran pasangan calon dan melakukan pemeriksaan setelahnya. KPU memang menemukan perbedaan nama lengkap salah satu bakal calon terhadap E-KTP dan ijazah. Berkas bakal calon tersebut tercantum nama LM. Rusman Emba pada E-KTP, sedangkan pada ijazah SMA dan S1 tertera nama LM. Rusman Untung.

“Sesuai petunjuk dalam regulasi, KPU kemudian melakukan pemeriksaan berkas dan proses verifikasi langsung diantaranya kepada Dinas Catatan Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Muna, SMA Negeri 1 Raha dan Universitas Hasanuddin. Verifikasi itu bertujuan memeriksa keabsahan berkas dan kesesuaian identitas yang tertera dalam berkas dengan individu yang dimaksud. Hasil verifikasinya, La Ode Muhammad Rusman Emba dan La Ode Muhammad Rusman Untung adalah orang yang sama. Selanjutnya, tanda bukti verifikasi dibuatkan ke dalam bentuk berita acara dilengkapi dengan dokumentasi,” terangnya.(ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top