Nasional

Kantongi Izin Satgas, Munas Kadin Bakal Terapkan Prokes Ketat

KENDARINEWS.COM — Persiapan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ke VIII terus dikebut. Tahap persiapan telah mencapai 90 persen. Presiden Joko Widodo dipastikan akan menghadiri kegiatan bergengsi tersebut.

Munas Kadin akan digelar menerapkan protokol kesehatan ketat. Izin menyelenggarakan kegiatan dari Satgas Pencegahan Covid-19 dan Pemprov Sultra telah dikantongi. Ketua Kadin Sultra Anton Timbang mengatakan, Presiden Jokowi akan hadir membuka secara resmi Munas Kadin ke VIII. Kepala Sekretariat Presiden telah mengirim protokol Kepresidenan ke Kendari untuk memantau langsung kesiapan lokasi yang akan di kunjungi Presiden.

Ketua Kadin Sultra Anton Timbang berada di ruang media center Kadin.

Rundown acara kedatangan Presiden sudah ada. Dari bandara, Presiden menuju lokasi yang telah ditetapkan. Tempat yang akan dikunjungi Presiden yaitu, Kantor Gubernur, Masjid Al Alam, kolam retensi dan Claro Hotel. “Persiapan panitia lokal, telah mencapai lebih dari 90 persen. Mulai dari pemasangan atribut, perhotelan untuk tempat menginap peserta sudah dipesan termasuk Hotel Claro sebagai arena Munas sudah siap. Saat ini juga menunggu dari panitia pusat untuk mempersiapkan bahan-bahan saat rapat pleno,” ungkap Anton Timbang, kemarin (27/6).

Terkait izin dari Satgas Covid-19, Anton Timbang mengaku telah mendapat rekomendasi menggelar Munas Kadin dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebelum masuk lobi Hotel Claro, harus tes polymerase chain reaction (PCR). Hal itu juga berlaku bagi hotel lain tempat peserta menginap. “Saya tidak menginginkan adanya klaster Munas Kadin. Makanya dua kali dilakukan tes PCR. Yakni saat masuk hotel dan saat memasuki arena Munas kadin,” pintanya.

Anton Timbang mengungkapkan telah menyampaikan kepada Satgas agar menyurat ke Kadin Indonesia meminta utusan peserta hanya 5 orang. Tiga peserta, dua peninjau. Bahkan Ketum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, sudah menyurati Kadin Provinsi se-Indonedia. “Peserta Munas hanya 132 orang. Tambah panitia, jadi kurang lebih 200 orang. Sementara kapasitas lokasi Munas bisa menampung sampai 1.500 orang. Artinya kami siap dan lokasi sudah sangat memadai,” urainya.

Anton menambahkan, Kadin Sultra pun telah mendapatkan rekomendasi Gubernur Sultra Ali Mazi dalam rangka pelaksanaan Munas. “Di Sultra ini bukan hanya Munas Kadin. Namun banyak agenda nasional yang telah sukses terlaksana. Bahkan banyak juga agenda internasional. Jadi mari bersama kita sukseskan Munas Kadin,” tutupnya.

Anton Timbang

Sementara itu, koordinator Media Center Kadin Sultra, La Ode Rahmat Apiti mengatakan jumlah peserta Munas Kadin diperkirakan mencapai 300 orang. Setiap Kadin Provinsi akan mengirimkan 5 peserta yang terdiri dari 3 peserta yang memiliki hak pilih dan 2 orang sebagai peserta peninjau, ditambah pengurus Kadin pusat. “Kami menyiapkan kendaraan, penginapan. Hotel Claro itu sudah di-booking satu hotel. Karena Covid-19 belum reda, jadi saat hari pelaksanaan Munas, tidak ada yang bisa masuk, selain panitia dan peserta Munas. Dan tes Covid- 19 akan dilakukan dua kali yaitu saat masuk hotel dan saat masuk arena Munas. Bahkan sopir yang antar peserta juga dites,” kata Rahmat.

Alat tes yang digunakan panitia, kata dia, didatangkan khusus dari Jakarta yang hasilnya cukup 15 menit sudah diketahui positif atau negatif. Panitia bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Kota Kendari dan Provinsi Sultra. “Pada saat Munas juga akan diluncurkan vaksinasi gotong royong dengan total yang akan divaksin Covid-19 berjumlah 1.500 orang. Pembukaan Munas akan dilakukan di Masjid Al-Alam pada 30 Juni 2021. Pelaksanaan Munas dipastikan akan berlangsung hingga 2 Juli 2021,” tandasnya. (ali/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top