HEADLINE NEWS

Kantongi Alat Bukti, Kejati Segera Tetapkan Tersangka


KENDARINEWS.COM — Gebrakan Kejati Sultra yang menggeledah kantor Dinas ESDM Sultra membuat publik Sultra terhenyak. Bergerak senyap dan tak terendus media dalam melakukan penyelidikan, Kejati mendatangi kantor dinas yang dipimpin Andi Azis. Aksi Kejati itu untuk mendapat tambahan data atas perkara dugaan korupsi tambang PT.Toshida yang beroperasi di Kabupaten Kolaka. Setelah mengantongi sejumlah nama calon tersangka, Kejati segera menetapkan tersangka yang diduga terlibat dalam pusaran dugaan korupsi hasil tambang.

Kasipenkum Kejati Sultra, Dody, MH masih belum menyebutkan nama yang akan ditetapkan tersangka. “Calon tersangkanya lebih dari satu orang. Ada dari unsur pemberi izin dan penerima izin usaha pertambangan. Saat ini penyidik telah mengantongi calon tersangkanya tapi atas arahan pimpinan bahwa beliau yang akan menyampaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Kasipenkum Kejati Sultra, Dody, MH kepada Kendari Pos, Selasa (15/6) kemarin.

Penetapan tersangka itu ditempuh Kejati setelah mengantongi beberapa nama yang patut diduga terlibat atau diduga menjadi aktor yang mengakibatkan negara merugi hingga Rp190 miliar, sesuai taksiran awal. Selain itu, terpenuhinya beberapa alat bukti yang sah seperti keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan. Nah, untuk penetapan tersangka dibutuhkan minimal dua alat bukti.

Dody, MH menjelaskan penetapan tersangka merujuk pada KUHAP. Yakni Tim penyidik Kejati Sultra sudah mengantongi dua alat bukti. “Dengan dua alat bukti yang dimiliki penyidik, maka sudah bisa menetapkan tersangka dalam dugaan kasus tersebut. Penyidik juga telah memeriksa 30 saksi dan mengamankan sejumlah dokumen dari kantor Dinas ESDM Sultra terkait kasus ini,” tegas Dody, MH.

Terkait hasil pemeriksaan Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis, Kasipenkum Kejati Sultra, Dody, MH belum dapat memberikan keterangan. Ia mengaku belum mendapat informasi terkait pemeriksaan tersebut.

Untuk diketahui, tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Sultra menggeledah kantor Dinas ESDM Sultra, Senin (14/6). Tim mengamankan dan menyita sejumlah dokumen atau surat-surat terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret PT Toshida Indonesia dan Dinas ESDM Sultra.

Sekretaris Dinas ESDM Sultra, Ridwan Batji dan Kepala Dinas ESDM, Andi Azis kompak berkomentar saat dikonfirmasi. Ridwan Batji menyampaikan tidak mengetahui jika Kejati melakukan penyegelan. “Saya tidak tahu,” katanya singkat. Sementara itu, Kepala Dinas ESDM, Andi Azis tidak mau berkomentar bahkan meninggalkan wartawan. “Nanti tanya saja mereka,” ucap Andi Azis.

Dody, MH menjelaskan penggeledahan penyidik Kejati Sultra di Dinas ESDM Sultra merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk menuju ke tahap penyidikan. Penyidik menggeledah untuk memperoleh dokumen atau surat-surat yang berkaitan dengan PT.Toshida.

“Karena yang berwenang memberikan izin adalah Dinas ESDM, maka dilakukan penggeledahan di tempat tersebut untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kasus ini masih terus dikembangkan, belum ada yang ditetapkan tersangka. Namun Kejati Sultra sudah mengantongi nama untuk ditetapkan sebagai tersangka. Saya belum bisa sampaikan siapa orangnya,” imbuh Dody, MH. (ndi/b)

Tim Penyidik Sudah Mengantongi Alat Bukti

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru


To Top