Bau-bau

Kakek Asmin yang Tinggal di Atas Perahu akan Diberi Bantuan

KENDARINEWS.COM — Perjuangan hidup sebatang kara di atas perahu dijalani kakek Asmin (60) selama bertahun-tahun, meski dalam kondisi sakit-sakitan. Warga Kelurahan Lowu-Lowu, Kecamatan Lealea, Kota Baubau itu memilih tinggal terapung di atas air laut dalam perahunya karena tak memiliki rumah. Pemerintah Pusat telah menyiapkan berbagai program peningkatan status sosial dan ekonomi masyarakat. Semua dikemas dalam berbagai bentuk bantuan mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai dan Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS). Sayangnya kakek Asmin tak terkafer untuk mendapatkan bantuan itu. Selama bertahun-tahun Asmin hidup dalam belenggu kemiskinan dan belum tersentuh bantuan.

Lurah Lowu-Lowu, Ajirasa, mengakui jika kakek Asmi adalah warganya. Hanya saja ia tidak tahu tentang kondisi dan keberadaan kakek Asmin, karena hijrah ke kota. Akhirnya selama ini sang kakek tidak pernah tersentuh bantuan. Terbukti nama kakek Asmin baru akan dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar dapat terkafer sebagai penerima bantuan. “Kita tahunya Dia (Asmin) ada di kota. Kemudian selama ini kakak dan keponakannya juga sudah mengajaknya (pulang) tapi dia tak mau, karena tidak mau merepotkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ajirasa mengaku, pihaknya sudah memasukkan nama Asmin dalam DTKS untuk mendapatkan bantuan. Hasil konsultasi dengan Dinas Sosial Kota Baubau bisa diakomodasi, meski semua masih butuh proses. Ia mengaku, keberadaan dan kondisi kakek Asmin diketahui dari pemberitaan media. Selanjutnya pihaknya bersama Camat Lealea langsung melihat kondisi warganya itu. Pihaknya berkomitmen untuk mengupayakan bantuan.

“Pertama kita mengusulkan bantuan jangka pendek berupa makanan yang bisa langsung konsumsi. Untuk jangka panjangnya di pihak kelurahan sudah ada dua kita lakukan. Ada bantuan untuk kaum duafa sebanyak sembilan orang, dia langsung terkafer. Kemudian kita masukkan dalam DTKS untuk mendapatkan bantuan,” terang Ajirasa. Selajutnya pihak kelurahan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Baubau untuk mengupayakan agar Asmin bisa mendapatkan bantuan rumah. “Kita akan bersurat ke Dinas Perumahan dan Pemukiman. Apakah yang bersangkutan bisa mendapatkan bantuan rumah. Untuk lokasinya ada. Mereka sudah ada pembagian tanah dari orang tua. Saya juga sudah konfirmasi ke keponakannya dan lahannya itu besar,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Baubau, Abdul Rajab, mengungkapkan pihaknya juga telah mengetahui cerita pilu kakek Asmin. Makanya pihaknya langsung turun melihat dan mengevakuasinya meskipun sudah malam. “Kita sudah evakuasi ke rumah keluarganya. Kita sudah ada bantuan sembako dan selimut untuk penanganan sementara,” singkatnya. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top