Kadis Nakertras Muna jadi Narasumber Talkshow Nasional

KENDARINEWS.COM– Pengembangan kawasan Muna Timur Raya (Mutiara) Kabupaten Muna sebagai lokasi pembangunan transpolitan 4.0 dengan konsep trans science techno park nasional menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Dalam momentum peringatan hari bakti transmigrasi ke-71, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengangkat isu Mutiara sebagai bahasan utama.

Acara yang dikemas dalam bentuk Talkshow the Angkringan series tersebut mendaulat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muna, Fajaruddin Wunanto sebagai narasumber. Talkshow juga menghadirkan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Aisyah Gamawati sebagai Keynot Speaker, Direktur Perencanaan Ditjen P2KT, Bambang Widyatmiko dan Andi Indriani selaku PSM BBPPM Yogyakarta sebagai narasumber lainnya.

Fajaruddin Wunanto

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Fajaruddin Wunanto mengatakan, isu Mutiara menjadi bahasan utama karena kawasan tersebut merupakan lokasi transmigrasi percontohan nasional. Apalagi, konsep trans science techno park merupakan kebijakan baru dalam dunia transmigrasi nasional dan baru pertama kali diterapkan di Muna Timur. Dengan begitu, masyarakat Mutiara dan Muna pada umumnya patut berbangga karena daerahnya menjadi prioritas Kementerian Desa PDTT dalam menyukseskan pembangunan transmigrasi nasional.

“Ini bentuk kepercayaan pusat kepada daerah, sehingga kesempatan dan amanah ini tidak bisa di sia – siakan,” jelasnya.

Ia menggambarkan, kawasan Mutiara kini menjadi tolak ukur keberhasilan trans science techno park nasional. Kondisi itu menjadikan perkembangan kawasan Mutiara selalu mendapat perhatian pusat. Secara tidak langsung, pembangunan Mutiara ikut menjadi tanggung jawab pusat. Ia berharap, dalam beberapa tahun kedepan, kawasan Mutiara benar – benar menjadi pusat pertumbuhan baru bagi daerah.

“Kalau dulu seperti termarginalkan, sekarang justru Muna Timur menjadi prioritas nasional,” terangnya.

Dalam kesempatan menjadi narasumber dalam taklshow nasional itu, Fajar memromosikan Mutiara sebagai kawasan transmigrasi dengan prospek pengembangan yang menjanjikan. Selain letak kawasan yang sangat strategis karena diapit oleh Buton Utara, Bau Bau dan Konawe Selatan, Mutiara juga dilalui jalur penting penghubung antar kabupaten. Sehingga potensi alamnya seperti pertanian dan perikanan menjadi komoditi potensial dikembangkan.

“Bahkan dalam master plan yang disusun Universitas Gajah Mada, Mutiara memiliki empat komoditas andalan yaitu mete, kelapa, jagung dan peternakan sapi,” urainya.

Ia menambahkan, kawasan Mutiara kini terus mendapat program pembangunan dari pusat. Selain di Unit Permukiman Transmigrasi seperti Raimuna dan Langkoroni, Mutiara juga mendapat sejumlah program seperti peningkatan jalan penghubung antar satuan pemukiman. Ia optimis, melalui transmigrasi, kawasan Mutiara akan menjadi pusat ekonomi baru bagi daerah. “Program ini akan dikembangkan dengan sinergi pentahelix yaitu kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat dan media. Kita yakin Mutiara akan menjadi daerah berkembang kesepannya,” pungkasnya. (Ode

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *