HEADLINE NEWS

Jual Senjata ke KKB Papua, 2 Polisi dan 1 Tentara Terancam Hukuman Mati

KENDARINEWS.COM — Baru-baru ini, publik kembali dikejutkan dengan kasus penjualan senjata serta amunisi yang dilakukan oleh oknum prajurit dan oknum polisi di Ambon, Maluku, kepada Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam keras tindakan pidana tersebut. Menurut politikus Nasdem itu, tindakan para okbum prajurit dan polisi di Ambon dan Pulau Pulau Liase itu tidak bisa ditolerir karena telah membahayakan keamanan dan stabilitas keamanan di tanah air. “Kami di Komisi III DPR RI mengecam keras tindakan oknum polisi yang telah menjadi jembatan kelompok kriminal di Papua untuk mendapatkan senjata api. Tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya dan tidak bisa ditolerir,” ujar Sahroni kepada wartawan, Rabu (24/2).

Politikus Partai Nasdem ini menyebut bahwa tindakan para oknum polisi ini membuktikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. “Kapolri jelas-jelas punya PR besar untuk membersihkan jajarannya dari hal-hal seperti ini karena sangat membahayakan bangsa,” katanya.

Sahroni menuturkan, Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk bisa memastikan jajaran kepolisian berpegang teguh pada tugas dan amanahnya sebagai pelindung dan pelayan rakyat. “Polisi perlu selalu ingat bahwa mereka mengemban tugas mulia untuk melindungi dan melayani rakyat, bukan malah membantu kelompok kriminal. Ini yang harus selalu diingat,”ungkapnya.

Sebelumnya dua oknum anggota dari Polresta Pulau Ambon dan Polres Pulau Lease ditangkap karena diduga menjual senjata api beserta amunisi ilegal kepada KKB di Papua. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat mengatakan penangkapan dua oknum polisi itu berawal dari penangkapan pembelinya di Papua Barat. “Mulanya Polres Bintuni, Papua Barat, menangkap warga yang membelinya beserta barang bukti berupa senjata api. Lalu kasus)dikembangkan dan ditangkap oknum anggota Polri,” ungkap Roem.

2 Polisi dan 1 Tentara Terancam Hukuman Mati

Dua polisi di Ambon, Maluku, yang terlibat penjualan senjata ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terancam hukuman berat. Begitu pula dengan seorang tentara yang terlibat kasus yang sama. ’’Mereka (kedua polisi) bakal dijerat pasal 1 Undang-Undang RI Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara,’’ kata Kapolresta Ambon Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang.

Dua oknum polisi itu adalah SAP alias S dan MRA alias R. Mereka diperlihatkan kepada media dalam rilis bersama empat tersangka lain yang merupakan warga sipil: SM, HM, AT, dan I. Enam tersangka itu ditahan di Mapolresta Ambon. Sedangkan satu oknum tentara TNI-AD dari Kesatuan Yonif Raider 733/Masariku Praka M.S. ditahan di Danpomdam XVI/Pattimura. Karena tentara, kasusnya juga ditangani secara sistem peradilan militer. Praka M.S. terancam dipecat dari institusinya.

Komandan Detasemen Polisi Militer Kodam (Dandenpomdam) XVI/Pattimura Kolonel CPM Johny Paul Johannes Pelupessy menegaskan, sesuai perintah dari panglima TNI melalui Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, siapa pun anggota TNI yang terlibat dalam kasus jual beli maupun perdagangan senpi dan amunisi akan mendapatkan sanksi pemecatan. ’’Yang bersangkutan kita jerat dengan Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati, dan adapun hukuman tambahannya pemecatan,’’ kata Jhony kepada wartawan di Mapolresta Ambon, kemarin.

Menurut dia, oknum anggota TNI-AD itu kini telah diamankan di Rutan Pomdam XVI/Pattimura dan sementara masih dalam pemeriksaan secara intensif. ’’Sudah kita jadikan sebagai tersangka dan telah diamankan. Dalam pemeriksaan, dugaan sementara yang bersangkutan sendiri,’’ ujarnya. Dalam perkembangannya, Divisi Propam Polri mengirimkan tim khusus untuk membantu Propam Polda Maluku menyelidiki kasus penjualan senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang diduga dilakukan dua oknum polisi di Ambon, Maluku. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru


To Top