Kolaka Utara

Jelang Mudik, Pos Penjagaan di Kolut Ditambah

KENDARINEWS.COM–Pos penjagaan yang rencananya didirikan pada tiga titik pintu masuk Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), akan bertambah menjadi enam. Hal tersebut karena penerapan aturan larangan mudik dirangkaikan dengan Operasi Ketupat mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Kolut, AKBP I Wayan Riko Setiawan usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Rakor Operasi Ketupat di ruang pertemuan Mapolres Kolut, Kamis (29/4). Terkait aturan pelarangan mudik, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Pemprov. “Surat edaran berkaitan aturan mudik baik antar kabupaten maupun lintas provinsi yang akan dikeluarkan Pemprov, menjadi rujukan kami di lapangan nanti,” ujar Riko Setiawan.

Sementara itu untuk Operasi Ketupat yang melibatkan lintas sektor baik dari TNI, Satpol PP, Dishub hingga Dinkes juga direncanakan akan mendirikan posko tersendiri. Jadi total pos yang akan memantau arus mudik dan balik di pintu masuk-keluar Kolut berjumlah enam unit. “Karena perannya berbeda di lapangan dan harus ditambah personel. Namun posnya masih di tempat yang sama tetapi terpisah antara pos pengamanan dan penyekatan mudik,” paparnya.

Pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh terkait peraturan yang akan dijalankan khusus pada perbatasan antar kabupaten di Sultra. Sebab itu akan merujuk pada satu keputusan yang ditetapkan Pemprov dan berlaku untuk semua wilayah. “Kalau lintas provinsi sudah jelas disampaikan sebelumnya, dilarang. Hanya angkutan barang dan terkecuali melintas dengan tujuan dinas dan sejenisnya,” terang Kapolres.

Khusus transportasi laut lintas provinsi, di Kolut terdapat dua lokasi dermaga terpisah yakni Pelabuhan Tobaku khusus armada feri dan satu lainnya yakni kapal fiber. Jikalau larangan mudik lintas provinsi telah dipatenkan maka bisa jadi khusus fiber akan ditutup hingga 17 Mei. Sedangkan feri tetap berjalan karena akan melayani angkutan barang. “Angkutan barang baik via laut maupun darat dari dan ke Sulawesi Selatan atau sebaliknya tidak dihalangi melintas, terkecuali pemudik. Kami akan cek apakah membawa pemudik atau tidak. Jika ada maka akan tertahan di perbatasan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya pendirian Posko di Kolut bertempat di Kecamatan Wawo atau perbatasan Kolut-Kolaka, Pelabuhan Tobaku serta Kecamatan Batu Putih atau perbatasan antara Kolut-Luwu Timur (Lutim), Sulsel. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top