Jatuh di Laut, Seorang Pemancing Ditemukan Meninggal

Kolaka Utara

KENDARINEWS.COM — Masyarakat sebaiknya lebih waspada saat memancing di laut. Terbaru, Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang pemancing yang terjatuh dan tenggelam di perairan desa Lelewawo Kecamatan Batu putih, Kolaka Utara (Kolut). Korban yang bernama Hasan (35) berhasil ditemukan. Sayangnya, korban telah kehilangan nyawa.

Kepala Kantor SAR Kendari, Aris Sofingi melalui Humas, Wahyudi mengatakan operasi SAR bermula saat pihaknya menerima informasi dari Keluarga Korban. Dikatakannya, korban bersama anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun, memancing menggunakan Longboat di sekitar perairan desa Lalewawo.

“Tim SAR Kendari memperoleh laporan tersebut pada Sabtu 17 Juli 2021 sekitar pukul 13.25 wita. Menurut informasi keluarga, korban berangkat memancing sekitar pukul pukul 07.00 wita. Lalu sekitar pukul 11.30 wita, korban kejang-kejang dan terjatuh ke laut,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi. Ketika penyakitnya kambuh, korban terjatuh ke laut. Saat itu anaknya tidak bisa memberikan pertolongan. Warga setempat sempat melakukan pencarian, namun hasilnya nihil. Maka dari itu pihak keluarga memutuskan meminta bantuan Kantor SAR Kendari.

“Berdasarkan laporan tersebut, tim rescue pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian pukul 13.45 wita, guna memberikan bantuan SAR,” ujarnya.

Jarak tempuh, lokasi kejadian dengan pos SAR Kolaka sekitar 227 kilometer (Km) melewati jalur darat dan jarak desa Lalewawo menuju lokasi kejadian sekitar. Sehingga Tim Rescue Pos SAR Kolaka tiba di lokasi pukul 20.48 Wita.

“Setibanya, tim langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga serta unsur yang telah berada di lokasi, penyisiran dilaksanakan pagi hari, melibatkan sejumlah unsur yakni Babinsa Lelewawo, Babinkamtibmas Batu Putih, BPBD Kolaka Utara, Patampanua Diving Club, Aparat Desa Lelewawo dan Masyarakat dan Keluarga Korban,” bebernya.

Penyisiran, lanjutnya dilakukan sekitar lokasi kejadian. Sebelum akhirnya korban berhasil ditemukan, Minggu 18 Juli pukul 10.55 wita. Namun, tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Usai menemukan, korban terus dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Mengingat korban telah diketemukan, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yg terlibat di kembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tutupnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *