Metro Kendari

Jam Kerja Berkurang Selama Puasa, Pegawai Bekerja 5 Jam Per Hari

KENDARINEWS.COM — Selama sebulan umat Islam di seluruh penjuru dunia akan berpuasa. Begitu pula Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam di Sultra. Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari ingin kinerja aparaturnya tetap optimal selama bulan puasa. Puasa tak boleh jadi alasan pembenar untuk bermalas-malasan. Sebagai bentuk penghormatan kepada ASN yang menjalani ibadah puasa, Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari menoleransi jam kerja ASN. Durasi kerja ASN berkurang. Pengurangan jam kerja itu merujuk Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 9 Tahun 2021 tentang penetapan jam kerja pada bulan ramadan 1442 hijriah bagi pegawai ASN.

“Kita mengacunya di situ (surat edaran Menpan RB,red). Kami sudah rancang teknisnya, tinggal disosialisasikan saja. Tapi secara umum aturan yang berlaku sama saja,” kata Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos. Sulkarnain menjelaskan di luar bulan ramadan, ASN bekerja sekira tujuh hingga delapan jam sehari, mulai pukul 08.00-16.00 Wita. Akan tetapi pada bulan ramadan, jam kerja ASN dikurangi menjadi lima sampai enam jam saja atau mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 Wita. Itu sudah termasuk jam istirahat sekira 30 sampai 60 menit. “Kecuali hari Jumat, ASN pulang lebih awal yakni sekira pukul 14.30 Wita,” kata Sulkarnain Kadir.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra itu berharap, kebijakan tersebut bisa membantu ASN untuk menyesuaikan perannya dalam melayani masyarakat dan beribadah di bulan suci ramadan. Terpisah, Sekprov Sultra, Nur Endang Abbas mengatakan, jika di luar bulan ramadan, ASN Pemprov Sultra bekerja delapan jam mulai pukul 08.00 sampai 16.00 Wita, Senin hingga Kamis. Waktu istirahat, satu jam. Khusus hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 Wita sampai 16.30 Wita, waktu istirahat satu setengah jam.

Nah, selama bulan suci ramadan, ASN bekerja mulai pukul 08.00 Wita sampai 15.00 Wita, Senin sampai Kamis. Waktu istirahat hanya setengah jam, pukul 12.00 Wita sampai 12.30 Wita. Lalu jam kerja pada hari Jumat mulai pukul 08.00 Wita sampai 15.30 Wita. Sedangkan waktu istirahat selama satu jam, pukul 11.30 Wita sampai 12.30 Wita. “Meski waktu kerja dikurangi, tetapi para ASN harus tetap bisa meningkatkan kinerjanya. Tetap berinovasi guna optimalisasi kinerja,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas kepada Kendari Pos.

Nur Endang Abbas memastikan kehadiran ASN akan dipantau selama bulan suci ramadan. Mantan Ketua KNPI Sultra itu mengaku akan turun langsung memantau kehadiran ASN di setiap OPD lingkup Pemprov. “Sehingga bisa secara langsung melihat ASN di OPD mana saja yang tidak masuk atau yang sengaja meliburkan diri di awal ramadan. Namun, ada toleransi bagi mereka yang sakit atau izin tertentu,” tegasnya.

Untuk diketahui Menpan RB telah menerbitkan SE nomor 9 tahun 2021 tentang penetapan jam kerja pada bulan ramadan 1442 hijriah bagi ASN dilingkungan instansi pemerintah. Kebijakan tersebut diambil dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan selama ramadan juga dalam rangka pengendalian covid-19. Salah satu poin yang diatur dalam edaran tersebut yakni jam kerja ASN hanya lima sampai enam jam perhari selama ramadan atau hanya 32,5 jam per minggu. Kebijakan tersebut diharapkan bisa meringankan beban (tugas) ASN dalam melayani masyatakat di bulan ramadan terlebih di masa pandemi covid-19 saat ini. (rah/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top