Metro Kendari

Jalan Wisata Kendari-Toronipa, Pembahasan Lahan Tahap II Rampung


KENDARINEWS.C0M — Mega proyek jalan Wisata Kendari-Toronipa akan segera masuk tahun ketiga. Dengan sisa masa kontrak, Pemprov Sultra terus menggenjot proyek yang menelan anggaran hampir Rp 1 triliun ini. Tak hanya pengerjaan jalan, Pemprov Sultra turut fokus menuntaskan ganti rugi lahan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Sultra, Abdul Rahim mengatakan terus menyelesaikan proses pembebasan lahan. Tahun 2020, anggaran yang digelontorkan untuk ganti rugi hanya sebesar Rp 50 miliar. Awalnya, Rp 100 miliar. Namun karena pandemi, anggarannya dipangkas dan dialihkan untuk penanganan covid-19.

“Kita sudah selesaikan semua anggaran Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan di tahun ini. Uang ganti rugi langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Tahun 2021, pembayaran ganti rugi masih akan dilanjutkan. Namun kemungkinan sudah menjadi kewenangan Dinas Perumahan Rakyat dan Pertanahan,” jelasnya kemarin.

Sejauh ini, anggaran pembebasan lahan yang digunakan sebesar Rp 70 miliar. Tahap I, pemerintah membayar ganti rugi sebesar Rp 20 miliar. Meliputi kawasan Desa Mekar, Desa Bajo Indah dan Kendari Caddi. Tahap II, sekitar Rp 50 miliar untuk membayarkan 700 bidang tanah dan bangunan milik warga di Desa Tapulaga.

“Untuk periode di 2021, kita akan melakukan pengukuran lagi. Yang pastinya, proses pembebasan lahan akan terus dituntaskan secara bertahap,” ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Baubau ini.

Proses pengerjaan dan pembebasan lahan sambung Abdul Rahim, belum menemui kendala. Sejauh ini, masyarakat tidak keberatan lahannya dibangun jalan. Bahkan mereka memberi dukungan agar proyek pengerjaan jalan Wisata Kendari-Toronipa bisa segera dituntaskan.

“Alhamdulillah, pelaksanaannya semua dilancarkan. Sebelum pembebasan lahan kita libatkan masyarakat pemilik lahan dalam konsultasi publik. Jadi memang ada sosialisasi sehingga prosesnya dilancarkan dan tidak ada penolakan dari masyarakat,” kata Abdul Rahim. (b/rah)

Pembebasan Lahan Jalan Wisata
Tahap I (2019) Rp 20 Miliar
-Kawasan Desa Mekar, Desa Bajo Indah dan Kendari Caddi
Tahap II (2020) Rp 50 Miliar
-700 Bidang Lahan dan Bangunan Warga di Desa Tapulaga
Tahap III (2021) Tahap Pengukuran

Jalan Wisata Kendari Toronipa
Tahap I
Anggaran Rp. 144,9 Miliar
Panjang 3,4 Kilometer
Progres Tuntas
Masa Kerja 2019

Tahap II
Anggaran Rp 756 Miliar
Panjang 11 Kilometer
Masa Kerja 2020-Awal 2022

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top