HEADLINE NEWS

Jalan Provinsi di Palangga Memprihatinkan, Setiap Musrembang Disampaikan Tapi Tak Ada Perhatian

KENDARINEWS.COM — Kondisi jalan berstatus provinsi yang melintasi Desa Watumerembe di Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), cukup memprihatinkan. Akses jalan yang menghubungkan Kendari-Andoolo itu rusak parah. Sepanjang satu kilometer jalur tersebut penuh dengan lubang dan genangan air. Tak sedikit pengendara roda dua yang melintasi jalan tersebut mengalami kecelakaan. Begitupula pengendara roda empat, harus ekstra hati-hati. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, jalan tersebut adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Konsel, Samsul Alam, mengungkapkan, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan ke PU Provinsi tentang kondisi jalan yang rusak parah itu. Hanya saja, hingga saat ini belum mendapat perhatian dari pihak terkait. “Setiap kali Musrenbang di Provinsi, kita sampaikan, hanya belum mendapat perhatian. Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena memang ini status jalan Provinsi,” ungkapnya, Minggu (14/3).

Meski demikian, lanjut Samsul, pihaknya akan terus mempresur dengan melayangkan surat pada Pemprov Sultra melalui Dinas PU. Pihaknya juga meminta dukungan dari Masyarakat Konsel agar bersama-sama menyuarakan permasalahan jalan rusak tersebut. “Sambil buat surat usulan, kita akan sampaikan lewat Musrenbang nanti. Kita juga minta dukungan masyarakat, bila perlu bisa lakukan unjuk rasa di kantor PU Provinsi agar cepat disahuti. Sebenarnya persoalan ini kami bisa saja turun tangan benahi, hanya saja masalah anggaran, karena tidak ada di APBD Konsel. Kalau kami perbaiki, bagaimana pertanggungjawabannya, kami tidak punya dasar,” argumen Samsul.

Sebelumnya, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Watumerembe melakukan aksi unjuk rasa di ruas jalan rusak itu. Dalam aksi protes tersebut, massa menuntut Pemprov Sultra untuk segera memperbaiki jalan tersebut. “Aksi damai yang kami lakukan ini adalah bagian bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi yang tidak kunjung merespon perbaikan jalan tersebut,” ungkap perwakilan warga, Sopian. Jika tidak segera mendapat respon, pihaknya mengancam akan menutup akses jalan yang menghubungkan tiga wilayah, Kota Kendari- Konsel-Bombana itu. “Kami minta Pemprov segera melakukan perbaikan jalan sebelum kami melakukan blokade jalan,” ancamnya. (b/kam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top