Buton

Jadi Cagar Budaya, Sembilan Situs di Buton Direvitalisasi


KENDARINEWS.COM — Penelitian situs-situs budaya di wilayah Kabupaten Buton sudah membuahkan hasil. Sembilan dari sepuluh situs yang dikaji Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kini resmi ditetapkan sebagai peninggalan sejarah melalui peraturan Bupati Buton. Selanjutnya situs-situs tua itu pun sudah bisa direvitalisasi menggunakan anggaran daerah. Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, Zainal Abidin, mengatakan, Bupati Buton, La Bakry sudah meneken surat keputusan penetapan objek sejarah itu menjadi cagar budaya. Dijelaskannya, awalnya ada 10 objek yang dikaji oleh tim, semuanya dinilai layak, namun ada kendala teknis sehingga tak bisa dipaksakan.

“Hanya sembilan, satunya itu tidak bisa karena pemilik naskah kuno tersebut tidak berkenan. Meskipun sudah kita jelaskan bahwa naskah itu bisa mereka amankan dan jaga sendiri, tapi kami tidak bisa paksakan,” jelasnya, Kamis (3/12). Lebih lanjut, setelah penetapan itu, Dinas Kebudayaan kini bisa melakukan revitalisasi dengan anggaran daerah. Bahkan rencana itu pun kini sudah masuk dalam RAPBD tahun 2021. “Kita mulai usulkan tahun depan. Tapi fokus dulu di ibu kota, seperti Benteng Takimpo dan lainnya. Misalnya perbaikan benteng, satu situs kira-kira Rp 300 juta, itu di luar isi di dalamnya lagi,” paparnya.

Kesembilan objek itu, terdiri dari delapan benteng dan satu lainnya adalah kompleks perkampungan lama. Mulai dari Benteng Keraton Lasalimu, Benteng Takimpo Lipogena, Benteng Wakole di Kabawakole, Benteng Wasuemba, Benteng Kantolobea di Wolowa, Benteng Kambulambulana, Benteng Kabumbu Malanga di Kelurahan Holimombo, dan Liwu Kondowa. Sementara perkampungan lama dimaksud adalah Kombeli. Di situ ada bangunan Baruga, makam tua tokoh adat pertama atau pemimpin komunitas masyarakat adat, termasuk bekas bangunan masjid. (c/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top