Kolaka Utara

Irigasi Persawahan Ponggi Kolut tak Memadai

KENDARINEWS.COM — Sebagian besar masyarakat Desa Ponggi di Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) menggantungkan hidup dengan bercocok tanam padi. Terdapat kurang lebih 135 hektare hamparan sawah membentang di wilayah itu. Sayangnya tidak ditunjang sistem pengairan yang memadai. Saluran irigasi di persawahan tersebut tidak sepenuhnya bermanfaat. Separuhnya rusak pada beberapa titik sehingga sebagian pemilik lahan bergantung dengan pasokan air hujan untuk memulai melakukan penanaman.

Kepala Desa Ponggi, Budi Rante, mengatakan, pada musim tanam di wilayahnya, tidak serentak dilakukan karena faktor pasokan air. Olehnya itu, masa penantian itu dimanfaatkan sebagian petani menanami sawahnya dengan nilam. “Dari pada kosong, mau menanam padi belum hujan juga,” katanya, Rabu (2/9). Untuk saluran irigasi yang telah ada, sejumlah titik telah jebol dan terkesan dikerjakan apa adanya.

Pihak Dinas Pertanian telah memberikan bantuan dua unit handtraktor pada tahun2017 silam. Meski begitu, upaya pengolahan sawah dan penanaman tidak bisa dilakukan serentak karena terkendala pengairan. “Petani sekarang lagi menunggu hujan deras lagi turun. Ada yang manfaatkan tanam nilam dan ada juga yang membiarkannya saja berumput,” bebernya.

Karena handtraktor hanya dua unit, pada tahun berikutnya Danramil Pakue, Kapten Inf Andi Rustan Atas nama Kodim 1412 Kolaka berinisiatif meminjamkan tiga unit alat pertanian pada petani untuk mempercepat penanaman. Budi berharap instansi terkait bisa memberikan perhatian pada keluhan petani di desanya, khususnya pembenahan saluran irigasi dan bantuan handtraktor. “Semoga tahun ini terpenuhi. Kami yakin kalau irigasi memadai dan peralatan tersedia maka hasil petani rata-rata saat ini enam karung bisa sampai sepuluh karung sekali panen,” pungkasnya. (c/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top