Hukum & Kriminal

Innalillah, Kakek 90 Tahun Ditemukan Meninggal di Atas Becaknya

KENDARINEWS.COM — Warga pelataran Tugu Pacul Kolaka Jalan WR. Supratman Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka digegerkan dengan penemuan mayat seorang tukang becak usia 90 tahun bernama Kardi. Ia ditemukan meninggal dunia dengan posisi sedang duduk di atas becaknya.

Aparat kepolisan yang mendapat kabar tersebut langsung mendatangi lokasi dan membawa jasad kakek 90 tahun itu ke Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka untuk mengetahui penyebab kematiannya. Paur Subbag Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi Jusdin yang merupakan teman seprofesi korban, sebelum diketahui meninggal dunia pada pukul 06.00 Wita, korban masih terlihat memperbaiki posisi becaknya pada pukul 05.00 Wita. 

“Jadi sejam sebelum meninggal dunia, kata saksi Jusdin, korban masih terlihat dalam keadaan sehat dan masih sempat menggeser becaknya kemudian korban duduk di atas becaknya itu. Sehingga saksi mengira korban sedang tidur. Namun, saksi kemudian melihat gigi palsunya korban sudah keluar dari mulutnya,” bebernya.

Kata Riswandi, dari hasil pemeriksaan di RSBG Kolaka, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Menurut keterangan rekan korban yang sesama tukang becak, korban ini mempunyai riwayat penyakit asma,” sambung Riswandi.

Sementara itu, Camat Kolaka, Amry mengatakan, selama ini korban selalu tinggal di samping Rujab Ketua DPRD Kolaka. Dirinya kemudian memerintahkan lurah setempat untuk mengembalikan korban ke rumah anaknya yang ada di Kompleks HKSN Kelurahan Mangolo. Namun, tak lama setelah dikembalikan ke rumah anaknya, korban kembali lagi ke tempatnya tersebut.

“Baru 2 jam dipulangkan ke rumah anaknya, korban kembali ke tempat tersebut. Beberapa hari kemudian saya sampaikan kepada Pak Lurah agar korban diberi tumpangan untuk tinggal di Pos Kamling Kantor Lurah. Karena tempat tinggal korban sebelumnya tidak layak dan teman-teman tukang becaknya selalu menggunakan tempat korban itu untuk mabuk-mabukan,” ungkapnya.

Kata Amry, saat ini jasad korban telah disemayamkan di rumah anaknya di Kompleks HKSN. “Sebentar akan dikebumikan di Lalodipu,” tuturnya. (fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top