--> Keluarga Pasien Mengamuk Jemput Paksa PDP di RSUD Baubau, Perawat Pingsan – Kendari News
HEADLINE NEWS

Keluarga Pasien Mengamuk Jemput Paksa PDP di RSUD Baubau, Perawat Pingsan

Baubau,KENDARINEWS.COM — Keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 mengamuk di RSUD Palagimata, Kota Baubau. Hal itu terjadi saat mereka datang menjemput paksa anggota keluarganya yang tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD, Senin (08/06/2020) malam. Video amatir berdurasi 3 menit merekam kejadian tersebut. Dalam video tersebut terlihat sejumlah orang membawa senjata tanjam dan mengancam akan membakar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palagimata Kota Baubau, jika pihak RS tidak memulangkan pasien. Akibat peristiwa ini, salah seorang perawat yang bertugas di ruang isolasi perawatan Covid pingsan. Perawat tersebut langsung dilarikan di ruang UGD untuk mendapatkan perawatan medis.

Tidak hanya itu, keluarga pasien juga merusak sejumlah fasilitas RSUD di ruang isolasi. Pasien yang dijemput merupakan pasien PDP Covid 19 dengan hasil rapid test reaktif dan tinggal menunggu hasil swab test yang sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit.Ketika masuk di rumah sakit, pasien tersebut menderita batuk dan nyeri uluh hati dan sudah di rawat di ruang isolasi RSUD Palagimata Baubau selama dua hari.

Sementara itu, pihak kepolisian juga sudah berada di RS beberapa saat setelah kejadian untuk mengamankan. Pihak rumah sakit juga langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan telah mengambil keterangan perawat dan petugas jaga.“Kondisi Rumah Sakit Umum Daerah Palagimata juga terpantau aman dan mendapatkan pengamanan dari pihak kepolisian,” ujar Juru Bicara Gugus Covid Kota Baubau dr Lukman kepada wartawan.

Padahal kata Lukman, perawatan di ruang isolasi itu sudah merupakan protokol yang berlaku. Setiap PDP Covid-19 di Kota Baubau harus dirawat di ruang isolasi tersendiri. Ruang isolasi PDP Covod-19 di RSUD Kota Baubau sendiri telah dipisahkan dengan ruang isolasi pasien positif Covid-19, sehingga aman dari penularan jika memang tidak terpapar Covid-19. “Ini yang tidak bisa dipahami oleh keluarga, kadang bahasa-bahasa reaktif dan non reaktif itu sudah dipahami sebagai positif covid-19. Padahal kan standarnya tetap berdasarkan hasil swab tenggorokan,” terang Lukman.

Meski pasien tersebut telah dipulangkan di rumahnya, Lukman menegaskan, akan terus memantau kondisi pasien lewat petugas survailens di puskesmas. Jika hasil swab tenggorokan menunjukkan pasien tertular Covid-19, maka akan dijemput kembali untuk menjalani perawatan di ruang isolasi yang telah disiapkan tim gugus tugas. Lukman mengungkapkan dirinya sangat menyayangkan tindakan pihak keluarga PDP Covid-19 tersebut. Pasalnya, jika nanti hasil swabnya positif, diprediksi bisa menyulitkan analisis sebaran dan memberatkan proses pencegahan Covid-19 di Kota Baubau. (PS/KP)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top