Metro Kendari

ILD Raih 3,61 Poin, Kendari Tempati Peringkat 14

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kiri) dan Wakil Wali Kota Kendari, Hj Siska Karina Imran (kanan) memperkenalkan program Jaga Kendari (Jari).

KENDARINEWS.COM — Digitalisasi layanan yang digagas duet pasangan Sulkarnain Kadir-Siska Karina Imran turut mendorong warga Kota Kendari melek teknologi. Dari hasil survei Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang pemanfaatan teknologi baru dan interaksi digital, Kota Kendari berada di peringkat 17 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Indeks Literasi Digital (ILD) Kota Kendari mencapai 3,61 poin.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengecek sejumlah layanan digital yang diterapkan Pemkot Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan tingginya ILD Kota Kendari tak lepas dari kesadaran masyarakat memanfaatkan teknologi dalam beraktifitas. Selain itu didasarkan berbagai terobosan (inovasi) yang dihadirkan pemerintah dalam melayani masyarakat. Pemkot Kendari merubah sistem pelayanan secara manual menjadi berbasis aplikasi (digital).

Sebut saja terobosan aplikasi Layanan Interaktif Kendari (Laika), aplikasi Pajak Menyapa (Jakpa), aplikasi Jaga Kendari (Jari), Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) elektronik (e-SPPD), aplikasi Antrean PTSP Kota Kendari dan Sistem Informasi Persuratan (Simper).

“Hadirnya berbagai inovasi tersebut mau tidak mau mendorong masyarakat untuk melek teknologi. Ini sangat baik agar masyarakat bisa semakin meningkat kemampuan IT-nya. Ini juga sejalan dengan visi misi menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos kemarin.

Sulkarnain lalu mencontohkan aplikasi Laika. Melalui layanan digital itu, warga Kendari semakin mudah mendapatkan pelayanan administarasi di kantor kelurahan maupun kecamatan. Caranya mudah, masyarakat tinggal mengakses laman www.kendarikota.go.id dan memilih sub domain Laika.

Selanjutnya ada Jakpa. Aplikasi tersebut merupakan inovasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang akan memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Di sisi lain, program ini turut meminimalisir terjadinya kebocoran pajak karena transaksi dilakukan tanpa tatap muka lagi. Sedangkan Aplikasi Jari, merupakan terobosan dari pemkot dalam rangka memberantas perilaku suap, pungli dan gratifikasi (SPG) yang berpotensi terjadi pada beberapa layanan pemkot utamanya di Disdukcapil serta di kantor kelurahan maupun kecamatan.

“Gagasan Jaga Kendari menjadi semangat bersama. Optimalkan mekanisme kerja di internal pemkot. Membangun sistem pengawasan, bukan hal yang mudah. Namun, sistem ini bisa menciptakan efisiensi dan upaya memberantas suap, pungli, dan gratifikasi. Aplikasi ini bisa juga diakses melalui laman kendarikota.go.id,” ungkap Sulkarnain.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini pun berkomitmen akan terus menghadirkan berbagai terobosan dalam rangka meningkatkan literasi digital masyarakat. Di sisi lain yang paling utama yakni meningkatkan kualitas pelayanan. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top