Aneka

Hj.Sitti Saleha Ajak Masyarakat Bermuhasabah Dimasa Pandemi

Ketgam : Ketua Rumpun Keluarga Moronene, Hj.Sitti Saleha (duduk keempat dari kanan) bersama pengurus sempatkan foto bersama usai menggelar doa bersama dan peringatan tahun baru Islam 1443 Hijriyah (8/8).

–Rukun Keluarga Moronene Gelar Peringatan Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah

KENDARINEWS.COM–Pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan dampak yang luar biasa dalam berbagai hal. Mulai dari kesehatan, sosial ekonomi, dan budaya mengalami tekanan. Melihat kondisi daerah yang saat ini masih dalam pandemi Covid-19, Ketua Umum Rukun Keluarga Moronene (RKM) Sultra, Hj.Sitti Saleha berinisiatif menggelar doa bersama sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1443 Hijriyah.

Hj. Sitti Saleh mengaku, kegiatan doa bersama sekaligus peringatan tahun baru islam sudah dilaksanakan pada 10 Agustus lalu. Ia berharap, melalui doa bersama, masyarakat khususnya pengurus RKM Sultra bisa bermuhasabah diri dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

“Mari kita mawas diri, jaga diri kita, jaga keluarga kita, karena Pandemi Covid-19 ini sangat memprihatinkan dan mempengaruhi seluruh sendi kehidupan ekonomi kita,” kata Sitti Saleha, kemarin.

Mantan Pj Bupati Bombana ini juga mengajak seluruh pengurus dan warga RKM dimanapun berada, agar memaknai peringatan tahun baru Islam kali ini sebagai ajang untuk meningkatkan
kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Saya harap momentum peringatan tahun baru islam kemarin memelihara dan menjaga tali silaturahmi kita di lingkungan RKM dan interaksi kita di tengah masyarakat. Sehingga kita bisa berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” kata Sitti Saleha.

Terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kendari, H.Samsuri selaku pembuka acara peringatan tahun baru islam yang dilaksanakan RKM Sultra menyampaikan bahwa bermuhasabah penting dilakukan dimasa pandemi saat ini. Pasalnya, muhasabah menjadi salah satu cara evaluasi dan membersihkan diri sendiri dari kesalahan-kesalahan yang mungkin telah diperbuat.

“Muhasabah adalah memperhatikan dan merenungkan hal-hal baik dan buruk yang telah dilakukan. Termasuk memperhatikan niat dan tujuan suatu perbuatan yang telah dilakukan, serta menghitung untung dan rugi suatu perbuatan,” kata H.Samsuri.

Dengan bermuhasabah, lanjut dia, maka manusia akan memperoleh keimanan dan ketakwaan karena didalmnya melatih kesabaran dan rasa takut untuk melakukan kesalahan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Apalagi ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini. “Semoga dengan muhasabah kita, dengan memohon doa kepada Allah SWT, kita bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19,” kata H.Samsuri. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top