HEADLINE NEWS

Hasil Cengkih Melimpah, Harga Melemah

KENDARINEWS.COM — Anjloknya harga cengkih dikeluhkan petani pada sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Kolaka. Rusman misalnya. Petani cengkih di Desa Puulemo, Kecamatan Baula itu mengatakan, harga komoditas tanamannya turun drastis dam membuatnya merugi. “Harga cengkih sekarang tinggal Rp 47 ribu per kilogram. Awalnya Rp 58 ribu per kilogram. Tapi sejak Juli sampai sekarang harganya terus melemah. Kami rugi. Karena harga Rp 47 ribu per kilo gram itu belum sebanding dengan biaya perawatan dan upah pemetik yang kami keluarkan,” keluhnya.

Rusman mengaku sangat kecewa dengan turunnya harga cengkih tersebut. Padahal kata dia, hasil yang didapatkan pada panen kali ini lebih banyak dibanding sebelumnya. Agar petani cengkih tidak mengalami kerugian yang besar, dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka dapat berperan mengatasi persoalan tersebut.

“Pemkab harus berperan dengan cara melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat. Pemkab juga bisa membeli hasil panen petani atau memberi bantuan biaya perawatan agar petani tidak terlalu rugi,” harap Rusman. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka, Hasbir Jaya Razak, menilai, anjloknya harga cengkih disebabkan stok yang melimpah. Pihak pabrik rokok yang selalu melakukan pembelian khusus, masih memiliki dan mencukupi stok cengkihnya untuk lima tahun kedepan. Apalagi kata dia, pabrik rokok juga memiliki lahan dan perkebunan cengkih yang cukup luas.

“Komoditas cengkih penggunaannya masih didominasi untuk bahan baku rokok. Luasan lahan cengkeh lima tahun terakhir cukup signifikan. Sehingga produksi buah cukup banyak. Makanya tahun ini kami tidak melakukan program perluasan tanaman cengkih. Sebab animo masyarakat sudah swadaya dalam menanam,” ungkapnya.

Supaya harga cengkih tidak terus anjlok, maka Hasbir menyarankan agar petani cengkih bersatu dalam wadah kelompok tani atau koperasi. Sehingga cengkih di Bumi Mekongga mempunyai sisi tawar dalam pemasarannya. “Jadi petani harus bersatu. Jangan mau dimainkan oleh pedagang pengumpul atau tengkulak,” pesan Hasbir. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top